Upaya Resolusi Persoalan di Jalan Mas Suharto Gagal

Danar Widiyanto | Selasa, 10 Desember 2013

YOGYA (KRjogja.com) – Pertemuan yang dilakukan Komisi A DPRD Kota Yogyakarta bersama Pemkot, Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta warga dan perajin terkait sengketa di Jalan Mas Suharto, Selasa (10/12/2013), belum membuahkan hasil. Permintaan warga untuk membongkar pagar penutup yang menghalangi kios kerajinan tidak bisa dipenuhi.

Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Bambang Anjar Jalumurti mengungkapkan, pembongkaran paksa pagar penutup itu justru bisa menyudutkan warga. Hal ini lantaran bukti hak atas tanah yang dalam sengketa tersebut tidak dimiliki. “Pihak yang memasang pagar itu pasti memiliki landasan. Jangan langsung gegabah tanpa ada landasan yang kuat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, diusulkan ada upaya mediasi antara warga, Pemkot, BPN dan ahli waris. Mediasi yang menghadirkan ahli waris atau kuasa hukumnya itu pun langsung dijadwalkan Kamis (12/12/2013) besok.

Bambang menambahkan, sengketa di Jalan Mas Suharto tersebut sudah terjadi cukup lama. Dari total tanah seluas 1.860 meter persegi, sebenarnya sebanyak 316 meter persegi sudah dibebaskan oleh Pemda DIY yang kemudian dihibahkan ke Pemkot Yogyakarta guna pelebaran jalan. Tapi, titik tanah yang dibebaskan tersebut hingga kini belum bisa dipastikan. Hal ini karena saat itu Pemkot tidak segera melakukan pengukuran serta pengurusan sertifikat.

“Itu sudah berjalan cukup lama. Puluhan tahun lalu. Makanya, untuk melacaknya, juga sulit,” imbuhnya.

Kepala Bagian Tata Pembangunan Kota Yogyakarta, Zenni mengatakan, pihaknya juga tidak berani membongkar pagar penutup dari seng itu lantaran tidak memiliki bukti kepemilikan atas tanah yang sudah dibebaskan.

Kasubsi Pengukuran BPN Kota Yogyakarta, Hadi Kriswinarni menjelaskan, untuk menelusuri persoalan itu maka perlu ada pertemuan antara ahli waris dengan Pemkot. Tanah dengan sertifikat SHM 425/Suryatmajan surat ukur 4013/1989 seluas 1860 meter persegi tersebut atas nama Thomas Ken Darmastono.

“Kami bisa melakukan revisi jika sudah ada kesepakatan antara pemilik atau ahli waris dengan Pemkot,” katanya.

Ketika titik tanah yang sudah dibebaskan sudah diketahui, maka tinggal menyelesaikan persoalan dengan warga. Terutama pemanfaatan lahan yang selama ini dipergunakan oleh perajin souvenir atau piala di Jalan Mas Suharto tersebut. (R-9)

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *