Temuan Ombudsman, Sejumlah Pengembang Perumahan di Jogja Menipu Konsumen

Solopos.com, JOGJA–Lembaga Ombudsman (LO) DIY menemukan lima perumahan di Bantul yang diduga menipu konsumen dengan kedok Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau perumahan bersubsidi.

Berbagai pelanggaran sudah dilakukan sejak 2015, tapi hingga kini belum ada tindakan apapun dari pemerintah. Pengembang sendiri telah menolak tuduhan yang dialamatkan kepada pihaknya.

PT Cana Kusuma Bangsa Indonesia (CKBI) adalah pengembang lima perumahan tersebut. Lokasinya berada di Kaligawe-Tegaldowo (Pondok Citra Lestari), Bantul; Sitimulyo, Piyungan; Kepuhan, Sedayu, Desa Wisata Gampong, Moyudan; serta Pajangan, Bantul. Dari kelima perumahan, hanya yang berlokasi di Kaligawe-Tegaldowo saja yang sudah mengurus perizinan.

Padahal, rumah sudah mulai diperjualkan belikan sejak 2015. Pelanggaran yang dilakukan bukan masalah izin semata. LO DIY menemukan adanya indikasi penipuan. PT CKBI mengklaim sebagai pengembang rumah FLPP, tapi dari hasil penelusuran, klaim tersebut tidak benar adanya.

Selain itu ada juga perumahan lainnya yang diduga melakukan penipuan yaitu yang terletak di Jalan Imogiri Timur dan di Argosari, Sedayu. Mereka tidak mendompleng FLPP, tapi kesemuanya diketahui belum mengurus perizinan sama sekali, tapi sudah mulai melaksanakan aktivitas penjualan.

Kepala Bidang Pelayanan dan Investigasi LO DIY Hanum Aryani mengatakan, lembaga tempatnya bekerja telah menerima aduan terkait dengan perumahan bermasalah sejak 2016. Sejak saat itu pula, LO DIY telah berusaha menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selaku pihak yang menyelenggarakan FLPP serta Pemerintah Kabupaten Bantul untuk menindak tegas para pengembang.

“Kementerian PUPR sebenarnya merasa gemas juga karena program pemerintah dicatut untuk kepentingan pribadi. Tapi tidak dilaporkan ke polisi, sebenarnya kan bisa saja pemerintah melaporkan kasus ini ke polisi,” ucap Hanum saat ditanya kenapa hingga saat ini pengembang masih bebas beraktivitas tanpa ada sanksi sama sekali, di Kantor LO DIY, Rabu (3/1/2018).

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam menyikapi permasalahan ini, yang harus turun tangan adalah Bupati Bantul sendiri, bukan lagi level kepala dinas. Hanum mengatakan, Kamis (4/1/2018), hari ini, LO DIY akan mempresentasikan, hasil temuan terkait dengan PT KCBI kepada Bupati Bantul.
Selain itu, LO DIY juga terus mendorong masyarakat untuk mengadukan keberatan-keberatan mereka mengenai perumahan kepada kepolisian, supaya dugaaan pelanggaran yang ada bisa dibuktikan dan pelakunya bisa mendapatkan ganjaran setimpal.

Wakil Ketua Bidang Aparatur Pemerintah Daerah LO DIY Mohammad Saleh Tjan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli rumah. Ketika membeli rumah, ia menyarankan masyarakat untuk mengonfirmasi legalitas dan izin proyek ke pemerintah daerah, supaya tidak tertipu.
Ia juga berharap, kepolisian bisa segera menindaklanjuti temuan LO DIY karena ada indikasi tindak pidana. “Supaya bisa jadi pembelajaran, utamanya bagi sektor swasta, karena swasta kami agak kesulitan terkait dengan rekomendasi,” ucapnya.

Direktur Utama PT CKBI Cana Lestari mengakui empat perumahan yang akan dikembangkan memang belum berizin, tapi ia menyatakan konsumen yang berminat dengan rumah tersebut adalah anggota-anggotanya sendiri. Yang ia klaim dibina oleh PT CKBI untuk menjadi penjual sembako dan lain-lain.

Saat dikonfirmasi terkait pendomplengan perumahan bersubsidi FLPP, ia mengatakan tidak benar perumahan yang dikembangkan perusahaannya melakukan hal tersebut. Ia menyatakan PT CKBI memang menyediakan rumah murah.
“FLPP nantinya konsumen wawancara dengan pihak bank, kalau lolos baru masuk skema FLPP, kalau enggak lolos bayarnya pakai suku bunga komersial. Hal itu sudah kami beritahukan, kok, sama konsumen yang minat inden. Yang enggak mau, memang cancel dan uangnya kami kembalikan,” jelasnya.

Sumber

12 thoughts on “Temuan Ombudsman, Sejumlah Pengembang Perumahan di Jogja Menipu Konsumen”

    1. Silahkan datang ke kantor CKBI ,ibu Rani. Informasi dan kejelasan legalitas bisa di cek di kantor CKBI. Lokasi lokasi tersebut sudah berijin , termasuk legalitas PT.CKBI sebagai marketing dan PT. Citrakarsa Property Jaya serta PT. Citrakarsa Lestari Jaya. Semua nya membutuhkan waktu untuk proses , Ijin yg dikeluarkan oleh PUPR Bantul bisa dikonfirmasi kebenarannya. Demikian jawaban smg bisa membantu keingintahuan dan kebutuhan informasi ibu Rani khususnya dan masyarakat yg membutuhkan Rumah Murah bersubsidi . Dan utk tahap sekarang sudah mulai seleksi pihak Bank utk KPR nya.

  1. PAK DANUR sudah RESIGN/Mengundurkan Diri dari pt.ckbi dan beliau mengGUGAT balik pt tersebut karena MENIPU KONSUMEN-KONSUMEN nya.

    1. Lha iya…mau nerangkan secara detail, sementara dia (Pak Danur ) sudah tdk bekerja lagi disitu, termasuk mbak Dyah, harusnya mereka berdua harus ikut membantu penyelesaian permasalahan pengembalian DP konsumen yg dulu pernah dia terima.

  2. Saya sudah mengajukan pembatalan pemesanan rumah, tapi uang tak kunjung dikembalikan. Dijanjikan tanggal 10 Nov 2020, tapi tak juga balik tu duit. Saya harus bagaimana? Mohon bantuan. Terima kasih.

  3. Sama saya jg sudah membatalkan pemesanan dan ini sudah lebih dari 1 th tapi tidak ada itikad baik dr pt ckbi..mohon bantuan info bu Cana lestari

  4. maaf jadi teringat lagi kasus ini.
    2016 saya dp 13jt sama si cana direktur utama ckbi di lokasi yg sekarang sudah tidak ada lagi kantornya.
    saya merasa aneh karena tidak kunjung dibangun rumahnya.
    saya cancel dengan cara cari tau info di sana sini termasuk ke BTN dan konsultasi ke ombusdman
    akhirnya .. meskipun harus menahan emosi dengan yg namanya diyah atau entah siapa itu,, uang saya kembali 10jt lebih 800rb.
    saya terima dan ogah berurusan lagi.
    pasrah dan saya berusaha lupa.
    Allah pasti membalas, itu saja.

    1. Terima kasih atas partisipasi di dalam Website Lembaga Ombudsman DIY.
      Terkait dengan pertanyaan tersebut di atas apabila berkenan mohon, mengisi formulir pelaporan di website LO DIY atau datang langsung untuk konsultasi ke alamat kantor kami yang tertera di website LO DIY.

Leave a Reply to Rani S Cancel Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *