Takut Dijadikan Pekarangan

SELAIN Masyarakat Dusun Kragilan, tentang ketidakjelasan program LC ini juga dirasakan masyarakat Rogoyudan, Desa Sinduadi, Kecamatan Sleman. Masyarakat pemilik tanah menunggu dengan kegelisahan, karena tak segera mendapat respon dari pemerintah Provinsi DIJ untuk menyelesaikan kasus LC di Sinduadi itu.

Dukuh Rogoyudan Sumarno, mengakui, di balik program LC ini ada keuntungan, dimana persawahan menjadi tertata. Kemudian sebagian jalan aspal telah dimanfaatkan sebagai sarana lalu lintasan perjalanan sehari-hari. “Jadi, kalau yang sertifikatnya ndilalah sesuai dengan namanya ya tidak masalah,” kata Sumarno sambil menunjukkan 8 petak sawah yang menurutnya sudah sesuai sertifikat LC.

Diakui Sumarno, bahwa tidak semua warganya mempermasalahkan program LC ini.” Sebenarnya ada juga warga yang kompak dan tidak mempermasalahkan pengacakan tanah tersebut, karena memang mereka merasa tidak saling dirugikan,”tandasnya. Selain jalan yang sudah diaspal, persawahan yang makin tertata, kata Sumarno, ada juga gorong-gorong pengairan yang cukup membantu kesuburan lahan warganya.

Kendati mengaku mendukung program LC, namun Sumarno sangat menyayangkan jika nantinya sawah mereka diubah menjadi pekarangan . “Monggo-monggo saja kalau mau ditata seperti perkotaan. Tapi lahan disini subur untuk pertanian. Kami khawatir masyarakat kehilangan pekerjaan pula,” kata Sumarno yang terpaksa memasang portal jalan LC demi keamanan warga. (yog)

Sumber: RADAR JOGJA, Jumat, 4 September 2009

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *