SPP Naik, Siswa Mogok

Wali Murid SMP 3 Kasihan Lapor LOD

JOGJA – Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIJ kembali mendapat aduan dari masyarakat soal biaya sekolah. Sebanyak 35 wali murid SMP Negeri 3 Kasihan, Bantul, kemarin mengadu ke lembaga ini, mempersoalkan naiknya biaya SPP anak-anaknya, meski pemerintah telah mengucurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Menurut pengakuan salah satu wali murid yang dikutip oleh Wakil Ketua LOD DIJ Budi Santoso SH LLM, kenaikan biaya SPP itu memang tidak terlalu besar. Yakni dari Rp 20 ribu per bulan menjadi Rp 27.500 perbulan. Namun yang dipersoalkan, setelah mendapat dana BOS, para wali menganggap uang SPP semestinya turun, bukan sebaliknya.

Pada saat puluhan wali murid SMPN 3 Kasihan mendatangi kantor LOS, Budi juga mengundang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul Drs Sudarman untuk memberikan penjelasan kepada para wali murid. Menurut Budi, pihaknya menilai telah terjadi penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS di SMPN 3 Kasihan.

Logika para wali murid, ketika mendapat dana BOS, biaya pendidikan anaknya menjadi lebih murah, tapi yang terjadi justru SPP naik, sehingga para wali murid merasa keberatan. “Kami meminta agar masalah ini diselesaikan sampai tuntas dan disosialisasikan kepada wali murid,” pinta Budi yang juga mantan Direktur LBH Jogja ini.

Menjawab permintaan itu, Sudarman mengaku siap meminta penjelasan kepada Kepala Sekolah SMPN 3 Kasihan. Bahkan, ia sanggup melayangkan surat rekomendasi agar kepsek itu melakukan evaluasi atas pembiayaan pendidikan di sekolah itu dengan segera.

Sebelum para wali murid mendatangi Kantor LOD DIJ, sedikitnya 40 siswa di SMPN 3 Kasihan melakukan aksi mogok sekolah. Para siswa memprotes kebijakan naiknya SPP dari Rp 20 ribu menjadi Rp 27.500 per bulan. Para siswa juga mengaku mendapat dukungan dari orang tuanya untuk mogok sekolah sebagai bentuk protes.

“Kami selalu mempertanyakan, sebenarnya dan BOS itu untuk siswa atau untuk sekolah. Sampai sekarang kami tidak pernah mengetahui dan BOS itu, termasuk kepada semua siswa di sekolah kami,” kata Wintolo, siswa kelas IIIc saat aksi mogok kemarin.

Saat ini, di SMPN 3 Kasihan Bantul terdapat 230 siswa. Untuk tahun ini, mereka mendapatkan bantuan dana BOS sebesar Rp 115 juta. Namun, dari jumlah 230 siswa itu, hanya 86 siswa saja yang mendapatkan keringanan SPP. Sebagian dana BOS di sekolah ini digunakan untuk peralatan laboratorium.

Sekretaris Komisi E DPRD DIJ Afnan Hadikusumo menyatakan, pihaknya meminta agar masalah BOS mendapat perhatian serius. Menurutnya, masih banyak sekolah lain juga melakukan hal yang sama dengan SMPN 3 Kasihan.

“Di sejumlah SD banyak yang menaikkan SPP, meski mereka mendapatkan dana BOS. Semestinya, ini adalah penyimpangan. karena mestinya dana BOS itu untuk meringankan beban siswa, sehingga mestinya SPP turun,” kata Afnan. (mif)

Sumber: Radar Jogja, Minggu 30 oktober 2005 Halaman 1&7

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *