SOAL BIAYA TAMBAHAN REKENING LISTRIK LKY Adukan PLN ke Ombudsman DIY/Jateng

YOGYA (KR) – Lembaga  Konsumen Yogyakarta (LKY) akhirnya mengadukan persoalan tambahan beban biaya pembayaran rekening listrik melalui sistem pembayaran Paymen Point Online Bank (PPOB) ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jateng/DIY, di jalan Wolter Monginsidi Yogya, Rabu (18/3). Langkah ini dilakukan, karena keinginan LKY dan masyarakat konsumen yang meminta PT PLN agar menghentikan kebijakan tersebut tak mendapatkan tanggapan.

“Kebijakan PPOB itu tidak ada kesepakatan dengan konsumen sebagai pelanggan listrik negara, sedangkan pelaksanaannya juga tanpa melalui sosialisasi, sehingga meresahkan pelanggan,”ujar Ketua LKY Nanang Ismuhartoyo didampingi sejumlah perwakilan masyarakat konsumen listrik saat bertemu Kepala Kantor Ombudsman  Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY/Jateng H Kardjono Darmoatmodjo SH didampingi Asisten Ombudsman Muhadjirin SH MKn.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Desember 2008, konsumen listrik di DIY/Jateng dikenai tambahan biaya sebesar Rp 1.600 – Rp 2.000. Penambahan biaya tersebut akibat penerapan sistem pelayanan pembayaran rekening listrik yang dilakukan  PLN dengan kerja sama pihak ketiga yaitu bank tanpa persetujaun/kesepakatan dengan konsumen. Hal itu dinilai LKY tidak dapat dibenarkan baik berdasarkan, UU No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen (UUPK) maupun Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1315 Pasal 1340.

Oleh karena itu, menurut Nanang, konsumen tidak memiliki kewajiban untuk membayar tambahan beban biaya. Demikian juga dengan PLN serta pihak ketiga yang bekerjasama dengannya tidak berhak menerima atau meminta tambahan biaya dari konsumen.

“Jika PLN menyatakan telah melakukan sosialisasi melalui berbagai media, kami menilai sosialisasi tersebut hanya sebagai informasi atas sebuah kebijakan yang telah diambil, bukan sosialisasi untuk menyerap aspirasi konsumen untuk didengar pendapat dan keluhannya terlanggar sebagaimana yang dimandatkan dalam UUPK pasal 4 butir d,” papar Nanang. (Obi/Don)-f

Sumber: BERNAS JOGJA, Kamis, 19 Maret 2009

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *