SMA “17” 1 Bakal Digabung

Mediani Dyah Natalia

JOGJA – Setelah terjadi pembongkaran gedung sekolah SMA “17” 1, siswa eks sekolah tersebut tetap akan menjalani aktivitas belajar seperti biasa tetapi di lokasi berbeda.

Kemelut panjang antara yayasan pendidikan SMA “17” 1 dan ahli waris memasuki titik terang. Meski tidak berakhir manis dengan perdamaian melainkan pembongkaran gedung sekolah, setidaknya tidak ada lagi konflik atau keributan yang harus dialami siswa SMA “17” 1.

Terkait dengan persoalan ini, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Baskara Aji berharap siswa tidak perlu khawatir. Disdikpora DIY dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta akan mengakomodasi hak siswa untuk memperoleh pendidikan.

“Kalau seperti itu keadaannya, ya segera di-regrouping atau digabung dengan sekolah lain. Syukur-syukur yang se-yayasan,” jelas Aji kepada Harian Jogja, Rabu (15/5).

Mengenai lokasi sekolah yang baru, ia menuturkan, ketentuan tersebut bukan wewenang Disdikpora DIY, melainkan Disdik Kota Jogja. Namun ia yakin Disdik akan mengatur perubahan ini dengan memberikan solusi terbaik bagi siswa.

Mendekati masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Aji berpesan kepada sekolah untuk tidak lagi menerima siswa baru. Sementara bagi siswa kelas 11 dan 12 diharapkan tidak akan pernah putus asa. “Tetaplah belajar di tempat baru, segera menyesuaikan diri,” tandas dia.

Menurut Kepala Sekolah SMA “17” 1 Suyadi, saat ini masih ada 60 siswa SMA dan 32 siswa SMP yang belajar di sekolah itu. Sambil menunggu pengumuman kelulusan 34 siswa kelas XII pada 24 Mei mendatang, pihaknya mengaku sudah meminta tolong kepada pihak yayasan terkait nasib para siswa di sekolah tersebut.

“Kami dan yayasan untuk sementara meminta universitas Janabadra yang jaraknya sekitar 500 meter dari sekolah itu untuk menampung siswa SMA “17”1. Kami akan ke Rektor untuk meminjam gedung itu,” katanya.

Sedangkan siswa SMP “17”2 akan digabungkan ke Gowongan Lor. Sebab, kata Suyadi, para siswa harus tetap sekolah lantaran pada 10 Juni mendatang mengikuti ujian kenaikan kelas. “Sebentar lagi kan ulangan umum. Jadi, nanti 26 orang guru SMA “17” 1 akan dipindah semuanya ke SMP “17”2 bersama siswa kelas X dan XI sekitar 60-an siswa,” terangnya. (Abdul Hamied Razak/redaksi@harianjogja.com)

Sumber: Harian Jogja, Kamis 16 Mei 2013 Halaman 8

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *