Seleksi Anggota Hadapi Kendala

OMBUDSMAN

YOGYAKARTA, KOMPAS – Seleksi anggota Ombudsman Republik Indonesia diprediksi akan kesulitan menjaring figur yang  kompeten. Sebaliknya, seleksi justru akan dipenuhi orang-orang yang hanya ingin mencari kerja.

“Pekerjaan ombudsman itu tidak  popular, tidak sekeren KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Kalau KPK citranya gagah, kalau ombudsman pekerjaannya remeh-temeh, mengurusi hal-hal kecil-kecil,” kata anggota ombudsman Republik Indonesia (ORI), Teten Masduki, dalam diskusi bertema “Wajah Baru OmbudsmaSeleksi Anggota Hadapi Kendalan Republik Indonesia: Mencari Sosok Anggota yang Ideal” di Universitas Gadjah Mada, Senin (9/2).

Menurut Teten, ketidak populeran ORI bakal menyebabkan orang-orang potensial enggan mendaftarkan diri menjadi anggota. “Berdasarkan pengalaman seleksi di parlemen (DPR), pendaftaran akan didominasi  para pencari kerja. Apalagi ada kecenderungan kebanyakan orang-orang hebat inginnya itu dicalonkan, bukan dicalonkan, bukan mencalonkan,” tuturnya.

Menentukan

Sesuai Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia, keanggota ORI terdiri dari tujuh orang. Anggota ORI dipilih oleh DPR berdasarkan calon yang diusulkan Presiden.”Panitia seleksi yang dibentuk Presiden akan sangat menentukan. Harus proaktif mencari calon-calon anggota ORI,” katanya.

Teten menyatakan, ORI telah bertemu dengan Presiden dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara untuk membicarakan seleksi anggota ORI. Teten mengemukakan, proses seleksi anggota ORI kemungkinan akan dilakukan di bawah koordinasi Kementrian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

Ahli hukum tata Negara Fakultas Hukum UGM, Enny Nurbaningsih, menyatakan, keberhasilan lembaga ORI tergantung pada kualitas panitia seleksi. “Orang yang bersangkutan harus memahami betul tugas dan wewenang ORI, memahami problematika administrasi pemerintah pusat hingga daerah,” ujarnya. (RWN)

Sumber : KOMPAS, Selasa, 10 Februari 2009

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *