Sejumlah Tambak Udang Tak Mengantongi IPAL

BANTUL – Sejumlah pengusaha tambak udang di Pantai Depok hingga Pantai Pandansimo ditengarai tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). hal ini berimbas pada tercemarnya lingkungan sekitar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul Tri Saktiyana menyatakan, meski tambak -tambak itu menopang ekonomi warga namun sampai saat ini belum diketahui IPAL mereka ada dimana. Sehingga dikhawatirkan limbah tambak udang tersebut langsung dibuang ke laut. “Tentunya, dampaknya air laut bisa tercemat,” katanya.

Menurutnya, keberadaan tambak berpotensi mencemari perairan laut selatan akibat dibuang ke laut karena mengandung zat-zat kimiawi yang berasal dari pakan ternak. Jika jumlah tambaknya cukup banyak, potensi pencemaran air laut akan semakin besar.

Belum lagi keluhan petani mengenai kabut asap dari tambak yang mengenai lahan pertanian di sekitarnya sehingga menurunkan kualitas tanaman pangan di pesisir. Embun-embun dari turbin tambak udang akan membuat produktivitas tanaman menurun. “Tambak-tambak itu ditata sedemikan rupa. Misalnya tetap menyediakan areal hijau di dekat pantai serta kewajiban bagi pengelola tambak udang untuk membangun IPAL,” katanya.

Kepala Badang Lingkungan Hidup (BLH) Edy Susanto mengatakan, keberadaan tambak-tambak itu mengurangi tutupan pohon atau area hijau di sekitar pantai selatan. Padahal pohon-pohon itu berguna sebagai penahan abrasi maupun tsunami. “Kalau enggak ada pohon atau penghalang, air bisa mudah masuk,” kata Tri Saktiyana, pekan lalu.

Kendati dianggap sarat pencemaran lingkungan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul Edi Mahmud menilai, kondisi tambak udang tidak seperti yang dikhawatirkan banyak pihak. Edi menilai, tambak tersebut berjasa besar dalam meningkatkan ekonomi warga pesisir. Sebab, hasil produksi udang diekspor keluar negeri dengan harga yang menurutnya tinggi. Satu kilogram udang dijual seharga Rp 83.000-90.000. “Dari sisi lingkungan pasti buruk, mengapa kabut dari tambak dipersoalkan paparan air asin dari laut enggak dipersoalkan,” tadasnya. erfanto linangkung

Sumber: Koran Sindo, Senin 7 April 2014

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *