Ribuan Jamkesmas Salah Alamat

3.407 Penerima Telah Meninggal

Joko Nugroho joko@harianjogja.com

 

SLEMAN – Sebanyak 7.264 kartu jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) di Sleman salah alamat. Dari jumlah kartu yang salah alamat ini, kebanyakan data mengarah pada orang yang sudah meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Mafilindati Nuraini mengatakan, ada 3.407 penerima kartu Jamkesmas yang telah meninggal dunia, sedangkan masalah lainnya adalah calon penerima kartu sudah pindah alamat.

“Kalau yang pindah ada 956 orang. Sedangkan yang sudah memiliki askes atau PNS sebanyak 179 orang. Lalu untuk orang yang sudah mampu mencapai 410 orang sehingga kartunya dikembalikan lagi,” kata Mafilindati, akhir pekan kemarin.

Untuk itu, pihaknya kini sedang menyusun pengganti penerima Jamkesmas ini. Dinkes Sleman juga telah memasukkan beberapa orang yang dulunya sebagai penerima jamkesmas, namun tahun ini tidak bisa menerimanya karena tidak masuk dalam data. “Memang ada perbedaan dalam sudut pandang dalam pendataan. Pemerintah Pusat masih memakai data BPS Sleman 2011 makanya data ada yang berubah-ubah,” kata Mafilindati.

Perbedaan data penduduk miskin BPS yang menjadi dasar penerima Jamkesmas ini juga langsung mendapatkan tanggapan serius Dinkes Sleman. Mereka yang juga memiliki data warga miskin ini mulai mencocokkan kedua data ini.

Hasilnya dari 167.323 warga miskin di Sleman yang menerima jamkesmas hanya 95.312 orang saja, sisanya 72.011 dimasukkan sebagai penerima jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) Sleman. Sedangkan dari data warga rentan miskin di Sleman sebanyak 118.605 hanya 54.467 yang berhak menerima jamkesmas, sisanya 64.138 ditanggung Jamkesda.

“Pada 2013 ini, penerima Jamkesmas di Sleman mencapai 317.180 orang. Namun dari data ini, ternyata hanya 149.779 yang masih tinggal di Sleman. Jadi masih ada 25% yang bukan warga Sleman,” ujar Mafilindati.

Data Baru

Kasi Kesehatan Daerah Dinkes Sleman, Tunggul Birowo mengatakan selain akan memasukkan data-data penerima jamkesmas lama, pihaknya juga akan memasukkan beberapa penerima baru. Kebanyakan mereka ini menderita talasemia mayor dan kejadian ikutan paska imunisasi (kipi).

“Biasanya dua penderita ini membutuhkan pertolongan pengobatan seumur hidup. Baik itu ganti darah atau pengobatan yang lain. Jika tidak mendapatkan bantuan dan tidak memiliki dana, para penderita ini sudah dipastikan akan meninggal dunia,” jelas Tunggul.

Ketua Komisi D DPRD Sleman, Sofyan S Dharmana berharap pendataan dan usulan data baru ini bias meringankan warga. Sebab masih banyak warga yang seharusnya layak menerima jamkesmas namun mereka tidak bias menerima karena tidak lagi masuk dalam data sebagai penerima jamkesmas.

“Semoga pendataan penerima jamkesmas ini semakin lebih baik dan bias sesuai dengan data di Sleman. Memang ada beberapa data yang mungkin berbeda dan terkesan tidak update. Sebab ada warga yang sudah mentas dari kemiskinan namun masih masuk sebagai penerima jamkesmas. Kami juga menuntut kesadaran warga yang sudah mampu agar mengembalikan kartu jamkesmas agar bisa dialihkan untuk warga yang miskin,” kata Sofyan.

Sumber: Harian Jogja, Senin 24 Juni 2013 Halaman 4

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *