Pimpinan Cokro Telo Bantah Tuduhan Eks Pegawainya

Senin, 27 Juni 2016 10:18

Suasana depan kantor dan Toko Cokro Telo Corporation yang sekaligus menjadi kediaman dari Firmansyah, pada Sabtu (25/6/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Pemilik sekaligus pimpinan Cokro Telo Corporation Firmansyah Budi Prasetyo akhirnya angkat bicara.

Ia merasa tuduhan yang dilayangkan oleh para eks pegawainya tersebut tidak semua benar, lantaran para pekerja tersebut juga bukan pekerja yang baik.

saat ditemui wartawan Tribun Jogja di kantornya yang berada di Jalan Bugisan, Patangpuluhan, Yogyakarta, Firmansyah langsung mempertanyakan apa alasan para eks pegawai tersebut melaporkan dirinya ke Lembaga Ombudsman (LO) DIY.

Pun soal penahanan ijazah hal tersebut dilakukan perusahaannya sesuai dengan prosedur awal sebelum pekerja menyetujui kontrak kerja.

“Jadi kan sebelum mereka (eks pegawai) menandatangani kontrak kerja, sudah kita tawarkan akan adanya penahanan ijazah. Pun mereka menyetujuinya,” ujar Firmansyah pada Minggu (26/6/2016).

Firmansyah juga menjelaskan bila ada pegawai maupun yang sudah keluar hendak meminta kembali ijazah yang ditahan, bisa langsung mengkomunikasi dengan tim HRD untuk pemprosesan.

Selama ini, imbuh Firmansyah, perusahaan selalu terbuka dan menjalan komunikasi dengan lancar.

“Ya silahkan bisa langsung menghubungi tim HRD, sejauh ini bisa pegawai jika ingin mengambil ijazahnya. Buat apa kami tahan-tahan juga,” tuturnya.

Ia menyebut, beberapa eks pegawai yang melaporkan dirinya ke LO DIY bukan pekerja yang baik. Mereka, menurut catatan perusahaan, adalah pekerja yang tidak menjalankan peraturan perusahaan dengan baik.

Firmansyah juga mengakui bahwa dirinya tidak bisa memenuhi dua kali panggilan LO DIY karena berada diluar kota dan turu menjaga orang tua yang sedang sakit.

Pun ia juga tidak mendapat laporan bila tim LO DIY telah mendatangi kantornya.

“Sebenarnya permasalahan ini bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik, tidak perlu kabur lalu melaporkan ke pihak lain. Cukup komunikasi yang baik saja, bisa diselesaikan,” katanya.

Ditanya soal adanya laporan eks pegawai yang menyebut bahwa dirinya dekat dengan beberapa personel kepolisian di Polda DIY, Firmansyah hanya bisa tertawa kecil.

Menurutnya, sebagai pengusahan UMKM, mana mungkin dirinya bisa dekat atau berurusan dengan pihak kepolisian.

“Saya ini wong pengusaha kecil, ya tidak mungkin kenal dekat apalagi kalau sampai setor-setor, ya mending uang setorannya untuk modal usaha,” tegasnya.

Firmansyah juga menampik tuduhan para eks pegawai yang mengatakan bahwa investasi kemitraan di perusahaannya adalah tipu-tipu alias bodong.

Investasi melalui proyek budidaya.id tersebut memang sedang mengalami macet dan proses penanaman tidak langsung dilakukan seusai pembayaran modal.

“Ya kan proses penanaman singkong itu butuh waktu, jadi tidak mungkin uang yang telah disetor langsung membuahkan hasil. Semua ada prosesnya, jadi mana mungkin itu proyek tipu-tipu,” tutur Firmansyah. (tribunjogja.com)

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *