Perusakan Cagar Budaya

SELAIN kasus pencurian Museum Sonobudoyo, Madya juga mempertanyakan perusahaan cagar budaya, terutama yang diduga terjadi di SMA “17” 1 di Jalan Tentara pelajar Nomor 24 Bumijo Yogyakarta.

Menurut Madya, berdasarkan SK Gubernur DIY Nomor 210/Kep/2010 tanggal 2 September 2010, sekolah tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya. “Jika bagian bangunan yang dibongkar adalah bagian cagar budaya, maka pelakunya dapat dikenai sanksi, yaitu ancaman kurungan atau ditambah denda dengan besaran tertentu. Bahkan bisa juga diminta mengembalikan seperti semula,” kata Koordinator Madya, Jhohannes Marbun, Rabu (15/5).

Jhohannes menyatakan, jika pembongkaran sekolah itu tidak berdasarkan izin dari pemerintah, dapat itu adalah perbuatan illegal. “Aparat terkait harus segera menindaklanjuti persoalan ini. Ini sama halnya pelaku telah melecehkan dan berupaya melawan hukum, yakni keputusan yang telah ditetapkan Gubernur,” tandasnya.

Hanya saja, dia menyangsikan keseriusan aparat dalam pengungkapannya. Sebab, dari kasus serupa yang pernah terjadi, belum ada pelaku yang kemudian diseret ke pengadilan.

Menurutnya, pengungkapan kasus pembongkaran bangunan SMA 17-1, tergantung pada pemerintah, kepolisian, dan kejaksaan. “Unsur-unsur cagar budaya sudah jelas dan dilindungi undang-undang,” Joe. (hdy)

Sumber: Tribun Jogja, Kamis 16 Mei 2013 Halaman 11

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *