Perusahaan Memungut Uang untuk Biaya Seleksi Masuk Melanggar UU Ketenagakerjaan

TRIBUNJOGJA.COM – Lembaga Ombudsman Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, bila perusahaan yang memungut uang dari calon karyawan termasuk melanggar Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan.

Oleh karena itu, pencari kerja harus jeli dan jangan bersedia bila diminta sejumlah uang untuk alasan seleksi masuk.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Investigasi Lembaga Ombudsman DIY, Hanum Aryani menjelaskan, dalam hubungan kerja antara karyawan dan pengusaha, karyawan berhak untuk mendapatkan uang dari perusahaan sebagai imbalan dari kerjanya.

Hubungan kerja itu akan dituangkan dalam sebuah kontrak kerja dan sudah dilindungi undang-undang.

Namun bila perusahaan justru meminta uang, maka pasti ada sesuatu yang tak beres di dalamnya.

“Tidak ada kemudian dia harus membayar. Karena orang mau bekerja itu harusnya dibayar. Ya, itu bisa disebut melanggar,” ungkap Hanum, Senin (25/7/2016).

Oleh karena itu Hanum menyarankan, pencari kerja harus memahami peraturan hukum mengenai ketenagakerjaan.

Ini dapat menghindarkan seseorang terjebak dari ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, termasuk modus meminta uang untuk seleksi masuk.

Selanjutnya, berkonsultasi dengan pihak terkait saat berhadapan dengan tanda-tanda penyimpangan, seperti penahanan ijazah. Jangan sampai katanya, ijazah justru ditahan di perusahaan yang tidak jelas.

Selain itu, pencari kerja juga harus jeli saat melihat iklan lowongan kerja. Bila tawaran gajinya terlihat menggiurkan tetapi kualifikasi yang dibutuhkan rendah, bisa saja itu hanya sebuah modus penipuan.

Namun lain halnya bila perusahaan yang bersangkutan adalah sebuah penyalur kerja. Biasanya, penyalur kerja akan meminta imbalan dari tenaga kerja, tetapi setelah yang bersangkutan diterima di perusahaan.

“Kalau penyalur kerja kan perantara antara perusahaan dan karyawan. Penyalur kerja yang tahu lowongan-lowongan. Itu boleh meminta fee, misalnya 5 persen dari gaji per bulan,” tambahnya. (*)

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *