Per Kapling Rp 21,9 Juta

23 Kios Pasar Tempel Diresmikan

TEMPEL — Sebanyak 23 unit kios di Komplek Pasar Tempel diresmikan penggunanya oleh Wakil Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo Msi, Senin (7/9) sore. Acara peresmian diteruskan dengan buka bersama dan secara simbolis Sri Purnomo membuka kios didampingi pejabat lainnya dilanjutkan peninjauan kios.

Plt Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Daerah Kabupaten Sleman H Pranowo SH MM pada Peresmian Kios Pasar Tempel mengatakan dari 36 pasar tradisional yang dimiliki dan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, kondisinya cukup memprihatinkan, dimana bangunan yang ada merupakan bangunan tua. Kondisi tersebut menjadikan daya saing pasar tradisional dengan pasar modern menjadi sangat rendah.

Menurut Pranowo, gempa tahun 2006 lalu membuat kondisi bangunan pasar di Sleman semakin parah. Salah satunya Pasar Tempel di Ngepos Lumbungrejo Tempel, sebanyak 16 kios mengalami kerusakan sehingga perlu diperbaiki.

“Rehabilitasi kios di Pasar Tempel dilaksanakan oleh Dinas Kimpraswilhub Sleman dengan biaya sekitar Rp 504 juta. Jumlah kios yang semula 16 unit, berubah menjadi 23 unit tanpa perubahan luas lahan untuk penyeragaman ukuran kios,” ungkap Pranowo.

Sementara Sri Purnomo pada kesempatan itu mengingatkan para pedagang Pasar Tempel untuk menjaga keberhasilan dan membuang sampah pada tempatnya. Sehingga nantinya Pasar Tempel akan semakin berkembang dan menambah semaraknya transaksi pasar tradisional di Sleman.

Kalau hai ini bisa dipatuhi semua pedagang, keberadaan Pasar Tempel akan semakin maju karena akan menarik konsumen untuk bertransaksi dan berbelanja di pasar tersebut.

“Jika kebersihan pasar tradisional selalu terjaga dengan baik, maka pasar tradisional akan mampu bersaing dengan pasar modern,” kata Sri Purnomo. (nil)

Sumber: BERNAS JOGJA/METRO JOGJA, Rabu, 9 September 2009

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *