Penindakan Penghancuran BWB Dinilai Tidak Tegas

Jun 18, 2015

JOGJA – Jika kasus penghancuran bangunan cagar budaya (BCB) di SMA 17 ’1’ berujung dengan hukuman pidana, berbeda dengan bangunan warisan budaya (BWB). Salah satu BWB di Jalan Pajeksan No 16 hanya mendapatkan rekomendasi pengembalian bangunan asli. Tanpa ada penindakan pelaku perusakan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Jogja Eko Suryo Maharso menjelaskan, pihaknya sudah sejak tiga minggu lalu memberikan surat rekomendasi ke pemilik bangunan itu. Sang pemilik BWB yang dulu menjadi bangunan Chinese itu pun telah menyanggupi.

“BWB-nya kan cuma 6 x 7 meter. Bangunan yang ada di depan,” tutur Eko kemarin (18/6).  Dia mengungkapkan, pelaku perusakan BWB yang sedianya akan digunakan hotel tersebut memang tak mendapatkan penindakan. Disparbud cukup memberikan rekomendasi dan itu wajib dipenuhi pemilik bangunan. “Harus ditindaklanjuti,” tandas Eko.

Jika rekomendasi tersebut tak dipenuhi, Eko menegaskan, bakal melakukan tindak lanjut. Yakni sesuai dengan prosedur yang diatur di UU Perlindungan Cagar Budaya. “Sekarang belum dibentuk PPNS,” tambahnya.

Kasus perusakan BWB di Jalan Pajeksan No 16 Kota Jogja ini sudah sampai di Ombudsman Daerah. Perusakan tersebut dilakukan karena kini di lahan itu akan dibangun hotel. Inilah yang sampai sekarang masih menjadi tarik ulur pemkot.

Sebab, rekomendasi dari Ombudsman Daerah ke Wali Kota Haryadi Suyuti untuk menghentikan proses pembangunan sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Bahkan saat ditemui, HS, sapaan akrabnya mengatakan, menunggu iktikad baik dari pemilik bangunan. “Tindakan kan sudah dilakukan. Tunggu itu dulu. Sesuai dengan prosedur,” kata HS.

Ia menambahkan, belum akan membentuk PPNS untuk menyelidiki perusakan BWB. Meski ini dimungkinkan sesuai UU Perlindungan Cagar Budaya.

Kapolresta Jogja AKBP Pri Hartono Eling Lelakon setali tiga uang. Ia masih menanti permintaan dari Pemkot Jogja. “Kami tunggu permintaan. Selama belum ada, kami juga tidak bisa melaksanakan penindakan,” tandas Pri Hartono. (eri/laz/ong)

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *