Penataan Stasiun Wates: Pemkab Pertanyakan Penggusuran Kios

Kulon Progo – Pemkan Kulonprogo mendatangi Stasiun Wates untuk meminta kejelasan seputar penggusuran kios pedagang di areal stasiun, setelah perwakilan pedagang kios Stasiun Wates mengadukan ketidakjelasan nasib mereka, Jumat (17/1).

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Sri Harmintarti, mengatakan secara resmi Pemkab Kulonprogo belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari PT KAI terkait dengan rencana tersebut.

“Sehingga para pedagang mengadukan hal ini, maka kami mendatangi pihak stasiun untuk meminta penjelasan,” ujarnya. Recananya, bupati akan mengundang PT KAI untuk mempresentasikan master plan penataan kawasan Stasiun Wates sehingga koordinasi bisa dilakukan secara menyeluruh.

Sri mengungkapkan, PT KAI melalui kepala Stasiun Wates menjelaskan, area yang ditempati kios tidak sesuai dengan peruntukkannya, sehingga perlu ditata ulang. Menurut mereka, kebijakan ini  mendukung keberadaan bandara di Kulonprogo karena di stasiun tersebut juga akan beroperasi KRL pada 2016. Lokasi yang sekarang ditempati kios akan digunakan untuk lahan parkir.

Sejauh ini, pemkab akan melakukan survey lokasi yang dapat ditempati sementara oleh pedagang kios di Stasiun Wates, sehingga pedagang akan tetap memiliki sumber pendapatan.

Didik Purwanto, 51, salah satu pedagang kios, mengaku sedikit lega dengan janji yang diberikan pemkab Kulonprogo untuk mengupayakan tempat berdagang sementara bagi mereka.

“Tadi pagi [kemarin] kami menghadap wakil bupati dan pemkab mengatakan rencana penggusuran kios pedagang stasiun, sehingga pemkab pun meminta penangguhan pembongkaran ke stasiun,” jelasnya.

Ia menilai, pedagang menjadi tidak terlalu khawatir dengan penggusuran kios pedagang karena ada beberapa alternatif tempat yang ditawarkan pemerintah, seperti Gawok, Sentolo, maupun di sekitar stasiun. Kendati belum mengetahui lokasi persis relokasi sementara, ia berharap lokasinya tidak terlalu jauh dari stasiun Wates karena mereka sudah terlanjur memiliki pelanggan.

“Setidaknya ada alternatif untuk kelompok atau perorangan,” tukas dia.

Terkait rencana pembongkaran kios yang dimulai Sabtu (18/1) sampai akhir Januari 2013, Didik mengatakan belum tahu apakah akan mengikuti aturan tersebut atau tidak. Prinsipnya, sebelum mendapatkan tempat relokasi sementara pedagang sedapat mungkin mempertahankan kiosnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya pedagang yang menempati kios di area Stasiun Wates cemas terhadap rencana penggusuran yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Mereka merasa rugi dengan kegiatan yang bertujuan untuk menata kawasan stasiun ini karena PT KAI tidak menyediakan lahan relokasi.

Asisten Manajer Humas Daop VI PT KAI, Sugeng Muji Wibowo, menuturkan dalam pertemuan yang telah diadakan tercapai kesepakatan target pengosongan kios pada 18 Januari 2014. Terkait relokasi PT KAI belum dapat menjanjikan tempat bagi pedagang baru.

“Sampai sejauh ini tidak ada pembicaraan dengan manajemen terkait relokasi pedagang kios,” katanya beberapa waktu lalu.

Sumber: Harian Jogja

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *