Penataan Stasiun Wates – Pedagang Ingin Kios Sementara di Utara BPD Wates

KULONPROGO – pemkab Kulonprogo memberikan kesempatan bagi pedagang kios di Stasiun Wates, untuk membangun lapak sementara di sisi selatan kios yang akan dirobohkan. Langkah ini untuk mengakomodasi nasib pedagang, agar tetap bisa beraktifitas sembari menunggu pembangunan kios oleh PT KAI.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo Sri Hermintarti mengatakan, Pemkab sebenarnya mengarahkan mereka untuk membangun lapak sementara di Utara SD 4 Wates. Hanya saja, usulan ini kurang bisa diterima karena lokasi ini setiap malam dipakai oleh pedagang kaki lima (PKL). Pedagang berharap bisa membangun sementara di sisi selatan persis kios yang akan dirobohkan, atau memakai lokasi parkir terminal lama. “Prinsip mereka boleh membangun sementara agar tidak menganggur. Mengenai lokasi, akan kami rapatkan lagi,” kata Hermintarti.

Pembangunan lapak atau kios sementara diserahkan kepada masing-masing PKL dengan syarat tidak merusak lingkungan. Pemkab menyerahkan kebijakan pembagian waktu dan arel pedagang kepada pedagang kios. “Terpenting mereka ini tidak dirugikan,” katanya.

Koordinator pedagang Didik Purwanto mengakui, sudah berikan restu untuk membangun di sisi utara SD. Namun pedagang ingin bisa berjualan di selatan kios mereka, yang berada persis di utara jalan  dari Bank BPD cabang Wates. Lokasi ini juga cukup lapang, selain tidak rentan menimbulkan masalah. “Kalau di timur itu lebih bagus, dan tidak rentan konflik. Di utara SD sudah ada PKL kalau malam hari,” katanya.

“Kalau di Timur itu lebih bagus, dan tidak rentan konflik.” Didik Purwanto – Koordinator Pedagang

Pedagang tidak mempermasalahkan proses pembangunan lapak sementara. Mereka hanya ingin bisa tetap berusaha agar ekonomi keluarga tetap berjalan.

Siang kemarin merupakan batas terakhir bagi pedagang untuk mengosongkan kiosnya. Lokasi yang ada akan dirobohkan oleh PT KAI untuk proses penataan Stasiun Wates. Oleh PT KAI, mereka ini akan dibangunkan kios lagi di sisi timur. Hanya saja, proses pembanguan kios baru ini butuh waktu dua bulan. Selama masa inilah pedagang bingung harus berjualan di mana. Kuntadi

Sumber: Koran Sindo, Jumat 21 Februari 2014

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *