Penataan Stasiun Wates – Giliran Pedagang Buah yang Keberatan

Pedagang buah di depan Stasiun Wates (JIBI/Harian Jogja/Switzy Sabandar) Pedagang buah di depan Stasiun Wates (JIBI/Harian Jogja/Switzy Sabandar)

Sabtu, 22 Februari 2014 14:28 WIB | Switzy Sabandar/JIBI/Harian Jogja

Harianjogja.com, KULONPROGO—Setelah persoalan relokasi pedagang kios stasiun Wates menemui titik terang, kini giliran para pedagang buah yang berjualan di luar area Stasiun Wates yang keberatan pindah ke dalam kawasan stasiun.

Alasannya, mereka khawatir harga sewa kios di dalam kawasan stasiun tinggi serta akses jalan untuk pelanggan dari luar stasiun terbatas.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, PT KAI akan membuatkan 12 unit kios permanen untuk pedagang di dalam kawasan Stasiun Wates.

Kios tersebut termasuk dalam rencana penataan kawasan Stasiun Wates dan diperkirakan mulai ditempati dua bulan mendatang.

Paiman, 58, salah satu pedagang buah, mengaku terpaksa menandatangani surat kesanggupan pindah, setelah mendapat penjelasan dari pemerintah kabupaten terkait rencana relokasi pedagang buah ke dalam kawasan stasiun, Jumat (21/2/2014).

“Kalau tidak ditandangani, saya juga tidak diizinkan berjualan di tempat yang lama karena akan ditata,” jelasnya saat ditemui wartawan.

Ia khawatir dengan sewa kios yang disediakan PT Kereta Api Indonesia, sekalipun belum diketahui pasti besarannya. Jika dibandingkan dengan harga sewa di trotoar depan stasiun yang ditempatinya sekarang, Paiman yakin sewa kios di dalam kawasan stasiun lebih mahal berkali-kali lipat.

Saat ini ia hanya membayar sewa lahan kios di trotoar depan stasiun sebesar Rp 31.500 per bulan dan omset dari penjualan buah berkisar Rp 500.000 per hari.

Tidak hanya itu, ia juga mencemaskan akses jalan untuk pelanggan buah karena jika kios berada dalam kawasan stasiun sudah pasti membuat pembeli enggan untuk mampir karena harus parkir di dalam stasiun.

Didik Purwanto, 52, salah satu pedagang kios, mengatakan, urusan relokasi pedagang kios maupun buah yang berada di seputar Stasiun Wates sudah selesai.

“Tadi pedagang buah sudah menandatangani kesanggupan pindah ke kios yang disediakan PT KAI sama seperti kami,” ujarnya. Ia tidak menampik, jika masih terdapat pedagang buah yang setengah hati menerima relokasi akan tetapi ia optimistis, pedagang buah akan bisa menerima keputusan pemindahan pedagang seiring berjalannya waktu.

Diterangkannya, pemkab juga sudah berjanji akan membantu pedagang jika harga sewa kios terlalu tinggi. Bentuk bantuan yang diberikan dapat berupa lobi ke PT KAI maupun pemberian subsidi. Selain itu, pedagang kios juga akan merintis koperasi sehingga dapat menyejahterakan anggotanya dan membantu mengatasi permasalahan ekonomi.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *