Pemkab Bantul Dilema Hadapi Tambak Udang

BANTUL – Kabupaten Bantul mengaku dilema dalam menghadapi tambak udang yang kian marak di Kabupaten Bantul. Pemkab bahkan tidak berani melakukan tindakan tegas terhadap keberadaan tambak-tambak udang tersebut mengingat belum ada aturan jelas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Riyantono mengaku, dari hasil penyusuran yang dia lakukan mulai dari Muara Sungai Progo hingga Pantai Depok, banyak muncul tambak-tambak baru. Diduga banyak tambak yang tidak mengantongi izin.

“Kami baru lakukan pendataan, hari ini (Kamis) baru kami koordinasikan,” kata Toni panggilan Riyantono.

Dari pantauan Toni, tambak udang tersebut banyak memakan lahan subur atau lahan yang digunakan untuk bercocok tanam. Tanah yang digunakan juga sebagian besar adalah Sultan Ground (SG) dan sebagian tanah milik warga.

Terkait dengan banyak yang belum berizin, pemkab belum bisa bersikap tegas meskipun bupati telah mengeluarkan surat penghentian proyek tambak udang tersebut. Pemkab masih akan melakukan kajian terhadap keberadaan tambak udang. “Banyak aspek yang kami kaji mulai dari lingkungan hingga ekonominya,” katanya.

Toni tidak secara tegas menyebutkan pemkab akan melarang atau memberikan izin. Hanya saja, Toni menegaskan agar pembangunan tambak udang harus melihat aspek tata ruang yang ada dan harus sesuai dengan zonasi peruntukan lahan yang akan digunakan.

Sekretaris Komisi C DPR Bantul Agus Laksmana mengatakan, keberadaan tambak udang memang harus sesuai tata ruang yang telah ditentukan selama ini. Namun demikian, memang belum ada peraturan perundangan yang mampu menjadi landasan pemerintah untuk melarang atau melakukan penertiban. “Banyak pertimbangan karena berkaitan dengan lingkungan, keberlanjutan serta juga nilai ekonominya,” katanya.

Menurut Agung, tambak udang memang harus dievaluasi terkait dengan daya dukung lingkungan terhadap bahaya abrasi serta perhitungan penahan angit laut yang bisa merusak daratan. Namun pemerintah juga harus memperhitungkan potensi ekonomi dari pemberdayaan tambak udang tersebut. erfanto linangkung

Sumber: Koran Sindo, Kamis 21 Maret 2014 Halaman 20

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *