Pembuatan Tambak Terus Merajalela

BANTUL – Pemkab Bantul merasa kecolongan dengan aktivitas pembuatan tambak udang baru oleh investor. Meski terus diawasi, pertumbuhan tambak udang justru semakin merajalela. Kondisi ini membuat Bupati Bantul Sri Suryawidati menjadi berang.

Ida, sapaan akrab Sri Suryawidati mengaku pada pertemuannya dengan para pemilik tambak udang, telah terjadi kesepakatan mereka tidak akan membuat tambak baru. Namun dia heran, ternyata masih ada masyarakat yang membuat tambak baru di beberapa titik. “Kalau belum terlanjur, harus ditutup,” katanya.

Bupati geram karena meski ada kesepakatan, namun masih ada yang membuat tambak baru di beberapa titik, seperti di dekat Terminal Samas dan titik lain. Apalagi ada penambak yang nekat membangun tambak udang baru di kawasan Gumuk Pasir Pantai Depok.

Dia prihatin, karena gumuk pasir itu di dunia hanya ada dua, yaitu di Bantul dan Meksiko. Jika ada tambak yang dibangun, dikhawatirkan akan merusak keberadaan barier alam dari bahaya tsunami. Dia juga heran, Lurah Desa Parangtritis yang memiliki wilayah tersebut justru mendukung keberadaan tambak tersebut. “Saya akan panggil lurahnya,” ucapnya sembari memerintahkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Riyantono untuk segera melakukan koordinasi.

Ida mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk mengontrol keberadaan tambak tersebut. Bahkan dia sudah mengerahkan anggota Satpol PP Bantul untuk berpatroli 24 jam di kawasan tersebut. Bahkan dalam razia terakhir, beberapa alat berat sudah diambil oleh Satpol PP, namun ternyata tidak membuat jera penambak.

Sementara itu, Tony (panggilan akrab Riyantono) mengaku akan segera menutup tambak udang yang merusak gumuk pasir. Dia mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi permasalahan tambak udang. Bahkan, Kementerian Perikanan dan Kelautan telah datang meninjau lokasi tambak untuk membuat kebijakan, kemarin. “Ke depan, sepertinya akan ada zonasi di kawasan pantai selatan,” tandasnya. erfanto linangkung

Sumber: Koran Sindo, Kamis 12 Juni 2014 Halaman 20

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *