Pelayanan Puskesmas dan Jamkesmas Masih Buruk

16 April 2013 23:19:35

Jakarta, Aktual.co —  Lembaga Ombudsman Swasta Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan pelayanan kesehatan di pusat kesehatan masyarakat dan dan masalah jaminan kesehatan masyarakat di daerah ini masih dikeluhkan warga setempat.

“Di Bantul termasuk di beberapa kabupaten lain di DIY sebagian besar pengaduan yang masuk terkait pelayanan puskesmas dan jamkesmas,” kata Ketua Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) DIY, Ratna Mustika Sari usai peluncuran SMS Gateway untuk kesehatan di Kabupaten Bantul, DIY, Selasa (16/4).

Menurut dia, rata-rata setiap bulan ada 10 pengaduan yang masuk ke Ombudsman daerah, dengan pengaduan terbanyak dari Kota Yogyakarta, disusul Kabupaten Sleman kemudian Kabupaten Bantul.

“Untuk Januari lalu aduan pelayanan Jamkesmas mendominasi, namun pengaduan yang masuk materinya bermacam-macam, dan sifatnya minta perbaikan kebijakan karena umumnya mereka warga miskin ingin mendapatkan perlakuan yang sama,” katanya.

Menurut dia, Jamkesmas masih dikeluhkan dikarenakan ada perbedaan data yang dimiliki pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, sehingga terkadang ada indikator kenapa warga ini mendapat dan yang ini tidak.

Oleh sebab itu, kata dia pihaknya berharap kuota DIY untuk Jamkesmas bisa dimaksimalkan, karena dalam aturan tentang kesehatan disebutkan bahwa warga miskin yang tidak tercakup Jamkesmas harus ditangani pemkab atau pemkot.

“Dengan banyaknya warga miskin yang ter ‘cover’ Jamkesmas itu berarti dana APBD yang dikelola Pemkab dan Pemkot dapat dimaksimalkan untuk yang lain,” katanya.

Ia mengatakan, sementara pelayanan di Puskesmas yang dikeluhkan sebagian besar pada fasilitas, waktu pelayanan yang seharusnya masih melayani namun pihak Puskesmas sudah selesai memberikan pelayanan.  (Ant)

Epung Saepudin

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *