Pejabat Bantul Urung Penuhi Panggilan LOD

Berdalih Ikut Musrenbang

JOGJA – Upaya Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) Provinsi DIJ mengusut skandal politik Inspektorat Bantul dengan memanggil tiga pejabat Bantul yang diduga terlibat, gagal. Tiga pejabat itu, yakni Wakil Bupati Sumarno, Assekda Bedjo Utomo, dan Inspektur Subandrio kompak beralasan tak bisa hadir karena ikut musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) Bantul.

“Dalihnya ikut musrenbang. Mereka minta acara ditunda,” ujar Wakil Ketua LOD DIJ Bagus Sarwono kemarin (15/2). Menurut Bagus, sedianya tiga pejabat itu diundang pertemuan pukul 13.30.

Tapi pada pukul 11.00, seorang staf Inspektorat Bantul menelepon ke kantor LOD memberitahukan tiga pejabat itu belum bisa memenuhi undangan LOD.

Soal waktu kapan pemanggilan selanjutnya, diserahkan sepenuhnya ke LOD. “Kami jadwalkan Rabu besok (17/2),” lanjut Bagus.

Dikatakan, pertemuan LOD dengan Sumarno, Bedjo, dan Subandrio dalam rangka klarifikasi sehubungan dugaan keterlibatan mereka dalam penggalangan KTP untuk calon independen Kardono-Ibu Kadarmanto dengan pemanfaatan fasilitas negara kantor Inspektorat Bantul pada Minggu malam (31/1). Langkah LOD itu menindaklanjuti pengaduan pelapor Agus Sumartono, warga Badegan Bantul.

Dalam laporannya, Agus juga menyampaikan para PNS tidak saja dilibatkan dalam pengumpulan KTP. Mereka juga diperintahkan atasannya membantu memasukkan data bagi pasangan dari jalur independen Kardono-Ibnu dengan dalih ikut berpartisipasi membantu tugas KPU.

Tabulasi data dilakukan di gedung-gedung pemerintah seperti SMP Negeri 1 Bantul, Dinas Pekerjaan Umum, Inspektorat, dan lain-lain. Pelaksanaan terjadi pada 30 September 2009 hingga 1 Februari 2010.

Sejak sore hari (31/1) hingga tegah malam, aktivitas luar biasa di kantor inspektorat. Meski hari libur karena bertepatan hari Minggu, saat itu dijumpai banyak kendaraan , termasuk beberapa mobil dinas pelat merah diparkir di halaman kantor Inspektorat yang dijaga Satpol PP Bantul. Terusik kondisi itu, Agus mendatangi kantor Inspektorat pada Senin dini hari (1/2) sekitar pukul 01.46. Saat itu dia bertemu dengan Sumarno, Bedjo, dan Subandrio. Dalam keterangan mereka, ketiga pejabat Bantul itu menjelaskan kegiatan entry data untuk mendukung calon independen, Kardono-Ibnu sebagai wujud partisipasi menyukseskan  pilbup Bantul.

Di pihak lain, Agus mengapresiasi gerak cepak LOD. Ia menyerahkan proses selanjutnya kepada LOD. Sekarang, Agus sedang menunggu respon dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ-Jateng yang juga telah menerima laporannya. “Kami berharap semua institusi mengadakan pengawasan,” harapnya.

Agus juga mengungkapkan, dari informasi KPU Bantul banyak KTP dukungan untuk calon independen Kardono-Ibnu tak diakui pemiliknya. Artinya, banyak KTP dukungan tidak atas sepengetahuan pemiliknya.

Bahkan di Desa Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul ada usaha sejumlah dukuh memberikan uang kepada orang-orang yang dipakai KTP-nya agar memberikan keterangan memberikan dukungan terhadap Kardono-Ibnu. “Kardono-Ibnu masih punya hubungan kekerabatan dekat dengan Wakil Bupati Sumarno yang juga mencalonkan diri dari jalur politik,” terang Agus.

Kardono, terhitung masih adik Sumarno. Sedangkan Ibnu masih ada hubungan keluarga dengan menantu Sumarno. (kus)

Sumber: Radar Jogja, Selasa 16 Februari 2010 Halaman 13 Kolom 5

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *