Pejabat Bantul Kalarifikasi Penggunaan Fasilitas Negara

YOGYAKARTA – Tiga pejabat Bantul kemarin memenuhi undangan Lembaga Ombudsman Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memberikan klarifikasi atas laporan adanya penyalahgunaan kewenangan demi pemenangan dalam pemilihan kepala daerah mendatang. Proses klarifikasi itu pun berjalan tertutup.

“Terlapor keberatan jika ada wartawan,” tutur Wakil Ketua Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) Bagus Sarwono seusai klarifikasi.

Tiga pejabat tersebut adalah Wakil Bupati Bantul Sumarno, Asisten Bidang Administrasi Bejo Utomo, dan Inspektur Bantul Subandriyo.

Sebelumnya, Agus Sumartono, warga masyarakat, melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang ketiga pejabat tersebut. Ia mengaku memergoki praktek memasukkan data, yang dilakukan sejumlah pegawai negeri sipil pada 31 Januari lalu di kantor Inspektorat Bantul, untuk dukungan calon perseorangan dalam pemilihan kepala daerah Bantul, Kardono-Ibnu Kadarmanto.

Para terlapor tak bersedia berkomentar. “Silahkan tanya kepada LOD,” kata Sumarno.

Ketika ditanyai soal penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat, ia berkilah. “Enggak betul, entry data itu bukan urusan saya.” Ia mengatakan kedatangannya ke kantor Inspektorat hanya mampir.

Ketua LOD DIY Muhammad Hasyim menjelaskan, Sumarno mengaku ada di lokasi karena melihat mobil Inspektur Bantul. “Beliau mampir dan makam bakmi,” katanya.

Sementara itu, Subandriyo mengaku meminjam fasilitas kantor Inspektorat atas seizin dirinya. “Pertimbangannya, karena untuk pelayanan masyarakat, siapa pun yang membutuhkan dibolehkan, asal di luar jam kantor,” kata Hasyim mengutip keterangan Subandriyo.

Adapun keberadaan Subandriyo adalah untuk mengecek apakah kantor sudah dalam keadaan bersih, karena pada hari Senin, aula itu digunakan untuk pelayanan publik.

Bejo mengatakan kedatangannya ke kantor Inspektorat atas undangan Subandriyo untuk makan bakmi.

Hasyim juga menjelaskan, ketiganya mengaku tidak tahu-menahu ada pegawai negeri yang ikut memasukkan data untuk calon independen guna memenuhi persyaratan sebagai calon bupati. BERNADA RURIT

Sumber: Koran Tempo, Jumat 19 Februari 2010 Halaman B2 Kolom 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *