Pejabat Bantul diklarifikasi LOD

Mengaku hanya makan bakmi

TEGALREJO: Tiga pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul memenuhi undangan Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY, Kamis (18/2). Wakil Bupati Bantul Soemarno, Kepala Inspektorat Bantul Subandrio serta Assek Bantul Bejo Utomo secara khusus diundang terkait adanya dugaan tidak netralnya pegawai negeri sipil Pemkab Bantul dalam proses pencalonan independen.

Klarifikasi terhadap ketiganya dilakukan menyusul adanya laporan ke LOD DIY. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut, ketiganya kompak menolak disebut melakukan dukungan entri data.

Ketua LOD DIY, M. Hasyim kepada wartawan usai klarifikasi menjelaskan ketiga pejabat tersebut, bersikukuh tidak mengerahkan PNS untuk entri data. Sedangkan pemakaian gedung hanya meminjam tempat.

“Menurut ketiganya, peminjaman tempat untuk masyarakat, baik untuk kepentingan perseorangan memang sering dilakukan. Di antara elemen masyarakat, beliau menyebutkan tempat tersebut paling sering dipinjam oleh KONI,” ujar Hasyim.

Hasyim juga menjelaskan adalan ketiga pejabat tersebut datang ke tempat entri data berbeda-beda. Soemarno dalam pertemuan tersebut memaparkan bila kepergiannya ke gedung itu secara tidak sengaja.

Mulanya dia ingin pergi ke daerah Pajangan dan melewati kantor Inspektorat. Melihat mobil Subandrio di depan, ia memutuskan berhenti dan menemui Kepala Inspektorat Bantul tersebut. Selanjutnya, Subandrio mengajak Soemarno masuk ke kantor sambil makan bakmi.

“Pak wakil Bupati mengatakan bila dirinya tidak tahu menahu jika gedung tersebut dipakai untuk entri data. Jika tahu, pak Wabup memilih tidak akan masuk. Sedang pak Assek 3 bercerita saat dirumah, dia ditelepon Subandrio dan diajak makan bakmi di Inspektorat. Setelah setuju, Bejo langsung masuk ke kantor tapi tidak masuk ke ruang entri data,” imbuh dia.

Sementara, Subdandrio sendiri mengaku pada Sabtu siang dirinya dihubungi oleh Kardono untuk meminjam aula sebagai tempat entri data. Meski awal nya ragu, tetapi dia tetap memberikan izin. Dengan catatan kegiatan tersebut dilaksanakan di luar jam kantor. Artinya hanya dapat dilakukan dari Sabtu sore hingga Senin dini hari.

Untuk memastikan tempat tersebut benar-benar telah bersih, Subandrio memilih datang langsung. Menurut dia, apa yang dilakukannya bukan merupakan pelayanan istimewa, karena selama ini ia memang lebih suka terjun langsung.

Selesai melakukan klarifikasi, LOD DIY berencana akan menyampaikan hasil dialog ke pelapor untuk melakukan kroscek secara tertulis.

“Dari klarifikasi tadi, kami simpulkan beliau-beliau tidak terlibat. Berikut kami akan menyampaikan hasil pembicaraan secara tertulis, mengundang pihak terkait atau koordinasi,” kata Hasyim.

Menambahi, LOD DIY juga akan berkoordinasi dengan panwas Bantul untuk mengetahui data-data faktual.

Sumber: Harian Jogja, Jumat 19 Februari 2010 Halaman 17 Kolom 3

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *