Pedagang Stasiun Wates Diminta Tinggalkan Lokasi Berdagang

10 Januari 2014

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Sebanyak 11 pedagang penghuni kios di depan sisi kiri Stasiun Wates harus segera mengosongkan bangunan dan meninggalkan tempat yang telah mereka sewa puluhan tahun. Hal ini karena PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan melakukan penataan kawasan Stasiun Wates.

Rencana penataan tersebut disosialisasikan kepada para pedagang, Kamis (9/1) di Stasiun Wates. Para pedagang diberi batas waktu hingga Sabtu (18/1) untuk mengosongkan kios yang mereka sewa.

Menurut salah satu perwakilan pedagang, Didik Purwanto, batas waktu yang diberikan tersebut terlalu cepat. Bahkan PT KAI tidak bersedia menyediakan tempat alternatif bagi para pedagang untuk menampung sementara.

“Penataan untuk kepentingan semua pihak sebenarnya bagus. Tapi ketika tidak ada kepedulian tidak ada tempat penampungan sementara bagi pedagang, ini hanya jadi pembangunan fisik saja, tidak ramah lingkungan,” katanya usai sosialisasi.

Lantaran tidak adanya solusi tempat alternatif sementara untuk menampung, para pedagang melayangkan surat ke Bupati Kulonprogo untuk mengadu. Didik mengaku, para pedagang masih bingung dan belum bisa berfikir mau pindah ke mana. “Kami ke Pemkab dulu, mengadu ke Pak Bupati, berharap Pemkab bisa memfasilitasi. Untuk saat ini ya kami belum bisa mengosongkan tempat,” ujar Didik.

Didik menambahkan, para pedagang selama ini menggantungkan hidup dari berdagang di kawasan stasiun. Mereka menyewa tanah dan bangunan milik PT KAI dengan uang sewa per tahun rata-rata Rp 765 ribu per unit seluas 9 meter persegi. “Pedagangnya macam-macam, ada kelontong, ada juga yang makanan. Untuk sewa 2014 ini mereka (PT KAI) sudah menyetop, tidak bisa diperpanjang,” imbuhnya.

Sumber

(Panuju Triangga / CN26 / SMNetwork)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *