Pedagang Pertanyakan Keputusan Pemerintah Desa

SOAL RENOVASI PASAR KOLOMBO

DEPOK (KR) – Pedagang Pasar Kolombo Desa Condong catur Depok Sleman mempertanyakan keputusan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat yang memilih PT OKA sebagai investor yang akan melakukan renovasi Pasar Kolombo. Sebab keputusan tersebut dinilai tidak sesuai dengan aspirasi mayoritas pedagang. Selain itu paguyuban pedagang juga tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan tersebut.

Demikian diungkapkan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kolombo, Sumarno kepada KR Selasa (17/3). Padahal, lanjut Sumarno, Pemdes Condongcatur telah beberapa kali berjanji akan melibatkan pedagang dalam membuat keputusan. Selain itu investor yang akan ditunjuk adalah investor yang dikehendaki mayoritas pedagang. Namun janji

“Kami ingin mempertanyakan itu kepada pemerintah desa. Kenapa investor yang dipilih kok investor yang menjual los dan kios dengan harga mahal. Padahal dulu aspirasi pedagang ingin investor yang tawarannya murah dan terjangkau. Soal kualitas bangunan kan sudah ada standarnya yang bisa diuji instansi terkait,” ujar Sumarno.

Dikatakan pula, pihaknya telah mencoba menghubungi Kepala Desa (Kades) Condongcatur, Sukris. Namun sampai sekarang Kades yang masa jabatannya akan habis pada bulan Mei mendatang itu belum menyediakan waktu untuk menemui paguyuban  pedagang. Keinginan bertemu dengan Kades Condongcatur tersebut dimaksudkan untuk mengetahui alasan Pemdes Condongcatur yang telah menunjukan PT OKA.

“Selain itu juga untuk mencari tahu kebenaran soal keputusan tersebut, Karena kami belum menerima pemberitahuan secara resmi dari desa. Kami tahu ini dari bocoran yang beredar di pasr. Secara prosedural tembusan juga untuk kami,” tutur Sumarno.

Berdasarkan informasi yang diperoleh KR, terkait renovasi Pasar Kolombo tersebut ada dua investor yang menyatakan berminat dan telah mengajukan proposal, masing-masing PT OKA dan CV SM. Kedua investor itu, masing-masing menawarkan harga los dan kios dengan perbedaan yang sangat mencolok.

Misalnya untuk los ukuran 2×2 meter persegi, PT OKA menawarkan dengan harga Rp 15 juta, sedangkan CV SM menawarkan seharga Rp 10 juta. Belum lagi mengenai cara pembayaran dan master plan atau rencana tata cara pasar yang menurut pedagang, CV SM lebih baik.

Ketika dikonfirmasi, Kades Condongcatur, Sukris membenarkan bahwa Pemdes Condongcatur telah menyetujui PT OKA  sebagai investor yang akan merenovasi Pasar Kolombo. Menurut Sukris, harga yang ditawarkan  PT OKA masih wajar.” Kami juga telah melibatkan perwakilan pedagang dalam memutuskan ini,” tandas Sukris, seraya menambahkan, ditargetkan renovasi pasar akan dimulai April mendatang.

Terpisah,Pengelola Pasar Kolombo, Ridwan Efendi mengaku khawatir para pedagang akan bereaksi keras terhadap keputusan Pemdes keras terhadap keputusan Pemdes tersebut,”Sekarang ini baru sebagian yang tahu. Kalau nanti semua tahu los dan kios yang ditawarkan  ternyata harganya tidak terjangkau,nggak tahu bagaimana nanti,”kata Ridwan. (Aks)-n

Sumber: BERNAS JOGJA, Rabu, 18 Maret 2009

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *