Pedagang Pasar Kolombo Tuntut Kejelasan Nasib

12 Maret 2015

SLEMAN – Nasib sekitar 100 pedagang Pasar Kolombo Sleman pascarenovasi hingga kini masih terkatung-katung.

Mereka merupakan pedagang lama yang namanya dicoret lantaran menolak harga ditawarkan pihak pengembang.

Padahal, sebagian mereka telah membayar uang muka bahkan mulai mencicil. Persoalan ini sebenarnya sudah mencuat sejak lama. Berbagai upaya juga ditempuh pedagang termasuk mengadu ke Lembaga Ombudsman Daerah, DPRD, Gubernur DIY, dan Komnas HAM.

Namun semua langkah itu tidak menemui titik temu. Akhirnya, 13 pedagang mengajukan gugatan wanprestasi dan ganti rugi ke pengadilan. Proses persidangan saat ini masih bergulir di PN Yogyakarta.

“Pada intinya, kami minta kios dan los yang kami pesan agar dikembalikan. Karena ada bukti pembayaran uang muka bahkan sebagian ada yang mengangsur,” kata perwakilan pedagang, Sunaryanto (55). Dari total 13 pedagang, kerugian materi yang mereka tanggung mencapai hampir Rp 26 juta.

Jumlah itu belum termasuk kerugian immateriil. Dalam gugatan, tiap pedagang mengajukan kerugian nonmateri sebesar Rp 10 juta. “Wajar jika kami menuntut ganti rugi imateriil. Permasalahan yang berlarut-larut ini menyita tenaga kami, dan merusak ritme jualan,” imbuhnya.

Berjanji

Ketua P3K, Sumarsih Satijo (65) menambahkan, pada tahun 2011 lalu sebenarnya ada kesepakatan pihaknya dan pengembang. Saat itu, pengembang berjanji segera menotariilkan kesepakatan tertulis itu di depan notaris namun hingga kini tidak terwujud.

Bahkan dua tahun setelahnya, pengembang justru memberikan surat kepada pedagang yang menyatakan perjanjian tersebut tidak sah. “Sudah empat tahun ini nasib kami terkatung-katung. Bahkan kondisi pasar sementara, jauh dari kata layak dan tidak semua pedagang mendapat tempat di sana,” ungkapnya.

Menurut Satijo, proses hukum adalah pilihan terakhir bagi pedagang karena berulang kali mediasi tidak membuahkan hasil. Pihaknya pun telah menyiapkan sejumlah saksi akan memberikan keterangan di pengadilan nanti.(J1-52)

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *