Nursatwika Minta Perpanjangan Waktu

Kasus Perusakan SMA ‘17’1 Yogyakarta Masih Menggantung

YOGYA, TRIBUN – Kasus perusakan Bangunan Cagar Budaya (BCB) SMA ‘17’1 Yogyakarta masih menggantung hingga sekarang. Padahal, tim penyidik diberikan tenggat waktu 120 hari dari tanggal 21 Mei 2013 untuk menyelesaikan kasus itu.

Harusnya 1 September 2013 tim sudah merampungkan proses penyidikan dan menyeret kasus itu ke Kejaksaan. Tapi hingga Senin (25/11), tim belum mampu merampungkannya. “Kami minta perpanjangan. Akan kami selesaikan sebelum tenggat waktu 20 Desember 2013,” ucap Ketua Penyidik perusakan BCB SMA ‘17’1 Yogyakarta, Nursatwika, Senin (25/11).

Namun, Nursatwika belum berkenan menjelaskan kendala yang dihadapinya sehingga membutuhkan perpanjangan waktu penyidikan. “Besok Kamis saja”, tandasnya.

Seperti diketahui, Selasa (24/9) lalu, tim telah menetapkan tersangka perusakan BCB itu, Muhammad Zakaria (MZ) dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda DIY. Zakaria dinyatakan masuk dalam DPO karena dua kali mangkir dalam pemanggilan yang sudah dilayangkan penyidik.

Tenggat waktu pemanggilan pertama yakni Rabu (18/9). Namun hingga tenggat pemanggilan kedua , Senin (23/9), Zakaria tak kunjung menyerahkan diri hingga akhirnya masuk dalam DPO.

Terpisah, Asisten Bidang Penanganan Laporan Kasus Perusakan BCB SMA ‘17’1 Yogyakarta LOD DIY Dhenok Panuntun Tri Suci A membenarkan kasus tersebut hingga saat ini memang belum tuntas. Sebab, tersangka perusakan belum ditangkap.

Bahkan, jika akhir tahun kasus belum tuntas, muncul wacana agar Pemda menganggarkan kembali untuk membiayai penyidikan 2014. “Tapi itu masih sebatas wacana. Pekan depan akan nada koordinasi lebih lanjut,” tutur Dhenok dijumpai di kantor LOD DIY.

Sementara tersangka Muhammad Zakaria belum tertangkap, siswa-siswi SMA ‘17’1 Yogyakarta terpaksa mengikuti proses belajar mengajar dengan menumpang di beberapa ruangan Universitas Janabadra. Yayasan SMA ‘17’1 Yogyakarta membuat kesepakatan lisan agar bisa menumpang selama tiga tahun, hingga seluruh siswanya lulus. “Tapi belum ada MOU resmi soal itu,” tandas Dhenok.

Menurut Dhenok, idealnya sanksi denda yang di bebankan pada tersangka itulah yang akan digunakan untuk memperbaiki gedung BCB SMA ‘17’1 Yogyakarta. Sesuai UU No. 11 Tahun 2010 tentang Bangunan Cagar Budaya, M Zakaria diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar. (esa)

Sumber: Tribun Jogja, Selasa 26 November 2013 Halaman 13 & 14

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *