Merasa Tidak ‘Diewongke’ Warga Ngadiwinatan Tuntut Pemkot Cabut IMB Hotel Cordela

Selasa, 09/09/2014

YOGYAKARTA – Pembangunan Hotel Cordela di Jl Bhayangkara No. 35 Yogyakarta mendapat penolakan belasan warga Ngadiwinatan, Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta. Warga menilai pihak managemen hotel tidak memenuhi peraturan dalam melakukan pembangunan karena tidak meminta izin lingkungan atau warga sekitar sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta.

“Pembangunan hotel Cordela tidak memenuhi peraturan karena tidak meminta ijin lingkungan. Kami merasa tidak pernah ditemui pihak hotel untuk meminta ijin. Itu jelas melanggar Perda,” kata warga setempat, Setiawan, siang saat menggelar unjuk rasa bersama belasan tetangganya di halaman Balaikota Yogyakarta, Selasa (09/09/2014), tepatnya pukul 10.30 WIB.

Menurut Setiawan, warga minta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mencabut Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Hotel Cordela yang sudah diterbitkan.

Karena sejak awal ada persoalan pihak manajemen hotel yang tidak menganggap keberadaan warga, dikhawatirkan pembangunan hotel justru akan mengganggu kenyamanan kehidupan warga.

“Jangankan meminta izin, dapat sosialisasi saja kami tidak, Artinya kami sudah tidak diewongke (tidak dianggap manusia, red). Saat proses pembongkaran tembok setinggi tujuh meter dengan panjang 20 meter, tidak ada pemberitahuan sekali kepada warga, padahal itu sangat mengganggu kenyamanan warga,” ujarnya.

Setiawan yang juga selaku Sekretaris Forum Keadilan Warga Untuk Jogja Istimewa juga mengaku, akibat penolakan tersebut, banyak warga mengaku sempat mendapat beragam intimidasi dari berbagai pihak.

Sebelumnya, kata dia, warga sudah mengirimkan surat kepada Wali Kota Yogyakarta, Dinas Perizinan, Inspektorat, dan Ombudsman. Surat balasan dari Wali Kota melalui Dinas Perizinan cukup normatif, dan hanya menyebut persyaratan untuk pengajuan izin hotel sudah dinyatakan lengkap. (ian)

Redaktur: Rudi F

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *