Mendagri Luncurkan Program PNPM

Disambut PPLP dengan Menggelar Unjuk Rasa

WATES – Program pemerintah sebagus apapun apabila salah tak akan banyak pengaruh bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Program yang bagus harus sampai sasaran yang benar, agar hasilnya sesuai tujuan.

Menteri Dalam Negri (Mendagri) Mardiyanto mengatakan hal itu, selasa sore, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Tanjung Adikarto Karangwuni Wates, dalam acara peluncuran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Bidang Kelautan. Mendagri kemarin mewakili Menko Kesra Aburizal Bakrie yang tidak jadi hadir.

Mardiyanto mengibaratkan, memberi fasilitas SPBU kepada nelayan hendaknya selangnya panjang, agar bisa menjangkau kapal di laut. Oleh karena itulah, sasaran program PNPM harus benar serta didukung semua dinas dan instansi, agar pencapaiannya dapat maksimal.

“Saya juga titip program pengembangan kecamatan (PPK) agar terus ditingkatkan, karena program tersebut sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat serta kemajuan daerah kecamatan,” ujarnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Fredy Numberi, berpesan pulau Jawa merupakan pulau terpadat penduduknya di dunia. Warganya jangan sampai hanya tidur kalau ingin dapat hidup maju.

“Dituntut kreativitas, kerja keras penuh spirit. Program PNPM memang mendorong dan memfasilitasi usaha mandiri masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja, mengatasi pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Bupati Kulonprogo H Toyo S Dipo dalam laporannya menyatakan bahwa warganya menyambut baik program PNPM.

“Dalam pengamatan saya beberapa hari ini di pedesaan-pedesaan, masyarakat cukup antusias melaksanakan program ini,”ujar Toyo.

Pada bagian lain Toyo berharap proses pembangunan Pelabuhan Adikarta diteruskan hingga operasional.

“Kami tidak mungkin membangun pelabuhan ini karena dananya besar. Kami mohon Pak Mentri meneruskan hingga tuntas. Kami berkepentingan sekali karena pelabuhan ini akan menyerap ribuan tenaga kerja, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat,” Katanya.

Launching program PNPM tersebut ditandai pemukulan kentongan serta pelepasan balon oleh kedua orang  menteri tersebut. Selain acara di Karangwuni, kedua menteri ini diakhir kunjungannya juga melihat kegiatan budidaya ikan air tawar Argamina di Dengok Banyuroto, Nanggulan.

Unjuk Rasa

Bersamaan dengan kedatangan dua menteri tersebut, Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) mencoba menghadang menteri, untuk menyampaikan aspirasi menolak rencana penambangan pasir besi.

Namun demikian usaha mereka tidak tercapai karena aparat keamanan tidak memperbolehkan mendekat ke lokasi pertemuan. Sebelumnya mereka sudah menyiapkan surat yang sangat tebal dan ingin diserahkan ke Mendagri. Mereka akhirnya hanya berorasi di gerbang masuk kawasan pelabuhan.

Dalam pernyataan sikapnya dibacakan Supriyadi maupun orator lainnya, PPLP menilai tambang besi merupakan sebuah ambisi yang menisbikan kemanusiaan.

Sosialisasi dikatakan mereka sebagai cerita palsu. Pemanfaatan pesisir  untuk tambang salah besar, karena akan merusak lingkungan yang sudah mereka usahakan menjadi lahan pertanian yang subur. (wid)

Sumber: BERNAS JOGJA, Rabu, 18 Maret 2009

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *