Mediasi Pekerja Trans Jogja Batal Lagi

Dishubkominfo Tunjuk LOD Jadi Mediator

YOGYA, TRIBUN – Pertemuan sepuluh mantan karyawan shelter Trans Jogja yang tak diperpanjang kontrak dan satu karyawan yang di PHK kembali gagal. Sedianya, pertemuan yang rencananya dimediasi Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY itu dilaksanakan pada Jumat (8/2).

Batalnya pertemuan akibat salah persepsi Dishubkominfo DIY yang menganggap LOD sudah siap memediasi pertemuan. Padahal, LOD hingga kini masih menunggu klarifikasi dari Dishubkominfo DIY dan klarifikasi kepada PT Vidia Rejeki Tama yang sebelumnya menjadi perusahaan outsourching karyawan shelter.

”Kami sudah menerima SMS dari sekretaris Dishubkominfo DIY kalau hari ini (kemarin, red) akan dilakukan pertemuan di kantor LOD. Tapi ternyata tidak ada yang datang,” ujar tim advokasi Serikat Pekerja Halte Trans Jogja (SPJHT), Restu Baskara.

Pertemuan ini merupakan lanjutan mediasi pertama yang tak menghasilkan keputusan. SPJHT menuntut penjelasan mengenai nasib 11 karyawan yang diputus kontrak maupun yang mengalami PHK yang menurut mereka dilakukan sepihak.

“Kami sebenarnya hanya ingin bertemu dengan Kepala Dishubkominfo DIY untuk menanyakan persoalan ini. Sekarang tinggal dijadwalkan saja pertemuannya,” tegas Restu.

Sekretaris LOD, Pepi Pitria, membenarkan jika Dishubkominfo telah meminta LOD menjadi mediator dalam pertemuan tersebut. “Namun, tidak ada jadwal mediasi yang akan dilakukan hari ini (kemarin, red),” ujarnya.

Menurutnya, LOD merencanakan mediasi akan dilakukan setelah mendapat kelengkapan klarifikasi dari Dishubkominfo DIY dan PT Vidia Rejeki Tama. Sebelumnya Dishubkominfo DIY telah dimintai klarifikasi pada 23 Januari 2013, namun masih harus melengkapi data.

“Kami masih menunggu kelengkapan data klarifikasi dari Dishubkominfo dan PT Vidia. Setelah itu, baru bisa dilakukan mediasi dengan karyawan shelter,” jelas Pepi.

Terpisah, Kepala Dishubkominfo DIY, Tjipto Haribowo, membenarkan jika pihaknya meminta LOD memediasi pertemuan dengan karyawan shelter. Sehingga perundingan bisa berlangsung di tempat netral dan tidak ada pihak yang merasa tertekan. “memang ada data yang masih diminta LOD kepada kami,” ujarnya. (hdy)

Sumber: Tribun Jogja Sabtu, 9 Februari 2013

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *