Mau Digusur, Pedagang Stasiun Wates Mengadu ke LOD

Agus Sigit | Rabu, 15 Januari 2014

WATES (KRJogja.com) – Rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) menata sejumlah pedagang yang berjualan di depan Stasiun Wates mendapat tanggapan para pedagang setempat dengan mengadu kepada Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY melalui pesan singkat atau ‘short message service’ (SMS) dan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo.

Dalam laporannya pedagang minta LOD memfasilitasi sekaligus advokasi terhadap penyelesaian masalah yang sedang mereka hadapi dengan PT KAI. Pedagang sama sekali tidak mempersoalkan rencana PT KAI melakukan penataan bahkan mendukungnya, dengan catatan perusahaan tersebut memberikan tempat usaha baru atau relokasi bagi mereka. Apalagi mereka berjualan di lokasi tersebut sudah puluhan tahun sebagai penopang ekonomi keluarga.

“Pedagang Malioboro saja bisa ditata dengan baik, mosok pedagang di sini mau digusur begitu saja. Prinsipnya pedagang siap mentaati aturan dan selama ini kami juga membayar sewa lahan,” jelas pedagang Utami Budi Wiharti, Rabu (15/1).

Hal senada disampaikan pedagang lain, Didik Purwanta, pihaknya telah melayangkan surat kepada bupati terkait persoalan yang muncul dan Bupati telah meresponnya dengan berencana mengundang perwakilan pedagang serta manajemen PT KAI untuk mencari solusi permasalahan yang timbul. “Informasinya Pemkab sudah berkoordinasi dengan PT KAI dan Jumat (17/1) kami diundang pertemuan,” kata Didik penjual koran.

Menanggapi rencana penataan pedagang di depan Stasiun Wates, Ketua DPRD setempat Ponimin Budi Hartono SE berharap ada koordinasi antara PT KAI dengan Pemkab Kulonprogo. Hal tersebut penting mengingat yang berjualan juga warga Kulonprogo. Agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan, maka harus ada langkah dan pendekatan persuasif dari pihask-pihak terkait.

“Semua pihak tentu menghormati dan mendukung rencana penataan pedagang tersebut, tapi para pedagang juga harus diperhatikan, apalagi mereka sudah lama berjualan di sana,” terangnya berharap PT KAI bisa menjaga iklim kondusif di tengah masyarakat, sehingga tidak menimbulkan keresahan di kalangan pedagang.

Anggota Komisi I Johan Arif Budiman juga minta PT KAI menggunakan kearifan lokal dalam menata kawasan Stasiun Wates. “PT KAI harus bisa memberi ruang bagi pedagang untuk berjualan,” tutur politisi Partai Persatuan Pembangunan tersebut. (Rul)

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *