LOD Tangani Aduan Stasiun Wates

YOGYAKARTA – Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY batal mengalihkan kasus aduan penataan Stasiun Wates, Kulonprogo ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI). LOD memilih menangani sendiri kasus tersebut setelah menemukan data baru.

Asisten Penanganan Laporan LOD DIY Dhenok Panuntun mengatakan, awalnya aduan tersebut akan dialihkan ke ORI karena penataan stasiun tersebut akan dialihkan ke ORI karena penataan stasiun tersebut ternyata tidak hanya dilakukan di Wates, melainkan juga daerah lain. Di samping itu, kebijakan penataan kawasan stasiun merupakan kebijakan yang diputuskan oleh PT KAI.

Di sisi lain, LOD tidak dapat menangani kasus yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat. “Kami hanya menangani kebijakan yang dihasilkan daerah. Untuk kebijakan pusat, bukan kewenangan kami,” kata Dhenok, kemarin.

Namun demikian, kata Dhenok, setelah berkoordinasi dengan tim yang terjun langsung ke lapangan ditemukan fakta baru. Yakni, pedagang yang mengadukan penataan sudah menempati lokasi tersebut sejak lama. Selain itu, sebelum mengadukan penataan tersebut ke LOD, pedagang sudah terlebih dahulu mengadukan nasibnya ke pemkab setempat.

Hanya saja, hingga kini aduan tersebut belum mendapatkan solusi. “Nah, aduan ke pemkab inilah yang akan kami cari tahu. Jadi bukan soal keputusan penataanya. Kami akan fokus ke pemkab untuk mengetahui apa saja yang sudah dilakukan untuk mencari solusi terhadap kasus tersebut,” katanya.

Dia mengatakan, untuk mendapatkan keterangan tersebut, LOD berencana memanggil pemkab. Tapi kapan pastinya, masih akan dirapatkan secara internal.

Salah satu pengampu kasus aduan pedagang Stasiun Wates, Arie menambahkan, selasa pukul 13.00 WIB LOD akan memanggil pelapor untuk melengkapi dokumen laporannya. “Sekarang datanya masih sangat minim, jadi kami minta pelapor untuk melengkapi dahulu,” katanya.

Sementara itu, Ketua ORI DIY Budhi Masthuri mengaku tidak mempersoalkan pembatalan pengalihan kasus dari LOD. Menurut dia, baik ORI maupun LOD sama-sama mencoba membantu menyelesaikan aduan yang disampaikan masyarakat terkait pelayanan. Dia menyebut, baik LOD maupun ORI terus menjalin komunikasi. Sodik

Sumber: Koran Sindo, Selasa 21 Januari 2014

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *