LOD DIY Terima 405 Laporan

Persoalan Pendidikan Paling Dominan

YOGYA (KR) – Sepanjang tiga tahun bertugas, Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY periode 2 (2008-2011) menerima sebanyak 405 laporan. Jumlah laporan terbanyak menyangkut permasalahan di bidang pendidikan, yakni sebanyak 70 laporan (17,28%), disusul bidang pertanahan 60 laporan (14,81%), kesejahteraan sosial 40 laporan (9,88%) dan perizinan 40 laporan (9,88%). Sebanyak 388 bisa diselesaikan dengan klarifikasi, mediasi, penghentian tindak lanjut dan dilimpahkan, serta dalam bentuk pendapat hukum maupun rekomendasi.

“Dari 18 bidang laporan yang ditangani LOD, permasalahan pendidikan selalu dominan setiap tahunnya. Instansi yang dilaporkan bervariasi terdiri atas dinas pendidikan kabupaten/kota dan beberapa sekolah di tingkat SD hingga SMA,” kata Ketua Pokja Bidang Penanganan Laporan LOD DIY Anik Setyawati SH, dalam evaluasi akuntabilitas kinerja LOD DIY periode 2 di Kantor LOD DIY, Selasa (27/12).

Persoalan pendidikan yang dilaporkan antara lain menyangkut biaya pendidikan, misalnya siswa tidak boleh ikut ujian atau karena ijazahya ditahan karena belum membayar biaya yang dipungut pihak sekolah. Ada pula laporan sikap guru yang dianggap tidak etis terhadap siswa, diskriminasi dalam sertifikasi guru, serta persoalan guru bantu.

“Rata-rata bisa diselesaikan dengan klarifikasi dan mediasi. Misalnya untuk kasus penahanan ijazah, ada kesepakatan bersama. Ijazah diberikan pihak sekolah tetapi wali murid memberi surat pernyataan untuk membayar dengan mekanisme tertentu. Kami juga memberi rekomendasi agar kebijakan ditinjau ulang, karena sebetulnya tidak ada aturan yang melarang penahanan ijazah, tapi di sisi lain mendapat ijazah merupakan hak siswa,” jelas Anik. (Bro)-a

Sumber: SKH Kedaulatan Rakyat Rabu, 28 Desember 2011

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *