LOD dan Media Massa Sama-sama sebagai Pengawas

JOGJA – Anggota lembaga ombudsman Daerah (LOD) Propinsi DIY periode 2012-2015 yang menjabat Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Penanganan Laporan, Buyung Ridwan Tanjung SH LLM, menilai media massa atau pers dan Ombudsman merupakan pilar keempat untuk mengontrol, selain tiga pilar yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

“Fungsi monitoring dan pengawasan yang dilakukan Ombudsman dan pers saya kira sama,” ujarnya saat audiensi dan kunjungan ke Bernas Jogja bersama anggota LOD lainnya. Selasa (24/1) kemarin, di antaranya Ratna Mustika Sari SIP, Mukhsin Achmad SAg MAg, Siwi Dwi Lestari Dian Kustanti SPsi dan dua staf LOD. Mereka diterima redaksi maupun manajemen Harian Bernas Jogja yaitu YB Margantoro, Bambang Sukoco, Tedy Kartyadi serta Zubaedi.

Buyung Ridwan menyatakan, kunjungan ini inisiatif dari anggota baru LOD DIY untuk menjalin relasi dengan media. “Sangat naif kalau Ombudsman berjalan sendiri, karena perlu partner untuk sosialisasi, salah satunya yaitu pers,” ungkap Buyung. Anggota LOD DIY dilantik oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan belum lama ini.

Ketua Pokja Sosialisasi dan Penguatan Jaringan LOD DIY, Siwi Dwi Lestari Dian Kustanti S.Psi berpendapat, LOD perlu kerja sama dengan media massa dalam hal monitoring agar bisa bekerja dengan baik.

“Ketika Ombudsman melakukan pengawasan kinerja terhadap kinerja Pemerintahan perlu monitoring dari media agar lembaga kami bisa bekerja sebaik-baiknya,” harapannya.

Selain di bidang pengawasan, LOD juga memerlukan kerjasama dari rekan-rekan media untuk dapat mensosialisasikan fungsi dan keberadaan LOD kepada masyarakat supaya lebih dikenal.

LOD merupakan lembaga yang melayani pengaduan masyarakat terkait dengan pelayanan publik yang dilakukan instansi pemerintah. Keberadaan LOD perlu disosialisasikan agar masyarakat mengetahui fungsi dan peran lembaga ini.

Ketua LOD DIY Ratna Mustika Sari menilai perlunya sosialisasi dan fungsi keberadaan LOD, “Jangan sampai kami sibuk dengan pekerjaan internal sehingga masyarakat tidak mengetahui adanya LOD,” ujarnya.

Wakil Ketua LOD DIY Mukhsin Achmad S.Ag M.Ag juga berharap kelembagaan Ombudsman Daerah lebih dikenal di masyarakat. “sosialisasi penting selain membangun jaringan,” ujarnya.

Ratna Mustika Sari menjelaskan tujuan kunjungan ini untuk memperkenalkan diri sebagai anggota LOD periode terbaru dan sedikit sharing dengan program-program LOD DIY yang akan dilaksanakan.

“Ada tiga program rutin yaitu sosialisasi, penelitian dan pengembangan, serta penerimaan pengaduan. Sedangkan program lainnya yaitu rencana LOD DIY memberikan penghargaan pada aparata birokrasi yang memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat yaitu Ombudsman Daerah Award di tahun 2012 ini,” ungkap Ratna Mustika Sari. Juga ada program audit sosial, membentuk kader-kader Ombudsman di masyarakat yang berbasis komunitas.

Redaktur Senior Bernas Jogja YB Margantoro berharap LOD lebih dikenal masyarakat. Pers mempunyai kesadaran tanggung jawab kesana. “Redaksi bias membantu dari sisi pemberitaan maupun opini tentang Ombudsman, ini sebagai langkah baru dan strategi untuk sosialisasi,” ujarnya.

YB Margantoro juga menyarankan perlunya dipertimbangkan adanya roadshow ombudsman ke masyarakat seperti Koran masuk sekolah, bahkan bias mengadakan lomba karya tulis bagi pelajar maupun mahasiswa tentang Ombudsman itu sendiri, sehingga bias lebih dikenal.

Manajer iklan Bernas Jogja Zubaedi menilai LOD sebagai lembaga pelayanan publik yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga perlu dipublikasikan. “Mungkin bias publikasi secara rutin melalui rubrik tentang pengaduan masyarakat atau rubrik konsultasi di Bernas Jogja,” ujarnya.

Terkait tawaran tersebut, Ketua LOD DIY Ratna Mustika Sari menyatakan akan mendiskusikan dengan anggota LOD lainnya. “Kalau ada tawaran dari redaksi bias masuk editorial dan rubrik pelayanan publik, akan coba didiskusikan,” ujarnya. (c21)

Sumber : Bernas Jogja/Metro Jogja Rabu 25 Januari 2012

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *