Lahan Pertanian Mulai Digusur

Bantul – Pemkab Bantul memastikan bisnis tambak udang di kawasan pesisir selatan Bantul menerabas lahan pertanian warga.

Sekda Bantul Riyantono yang mengaku telah menyurvei kawasan pantai selatan Bantul belum lama ini mengatakan, terjadi banyak perubahan wajah di pantai selatan Bantul saat ini. Kawasan itu kini ditutupi tambak udang yang membentang dari kawasan Pantai Pandansimo ke Pantai Depok di sebelah Timur.

Sayangnya, tambak-tambak itu tidak hanya menggunakan lahan tidak produktif namun juga menerabas lahan pertanian yang masih produktif untuk ditanami tanaman pangan. “Sebagai lahan pertanian, sebagian lahan produktif,” terang Toni sapaan akrabnya Rabu (26/3).

Lahan tersebut terbagi menjadi lahan yang telah bersertifikat atau lahan milik, tanah kas desa dan Sultan Ground (SG). Namun mayoritas adalah lahan SG.

Ironisnya, lanjut Toni, kendati menggunakan lahan SG, mayoritas bisnis tambak udang itu tidak berizin. “Harusnya ada izin dari Kraton kalau hendak dipergunakan untuk tambak,” paparnya lagi.

Meski tidak berizin dan menerabas lahan produktif, Pemkab belum melakukan tindakan terhadap pengelola tambak. Menurut Toni, pihaknya kini tengah mengkaji segala hal terkait keberadaan tambak itu. Mulai dari tata ruang, dampak lingkungan, keberlanjutan dan ekonomi sosialnya.

Tata ruang menurut dia, boleh saja tidak melanggar, sebab pesisir selatan juga menjadi zona pertanian dan perikanan tambak. Namun ada faktor lain yang harus dipikirkan seperti dampak lingkungan dan keberlanjutan bisnis tambak itu dalam jangka panjang.

Anggota Komisi C DPRD yang membidangi masalah infrastruktur Agung Laksmono mengatakan, kawasan tambak udang harus ditata sedemikian rupa. Bagaimanapun kata dia, faktor ekonomi tetap dipertimbangkan sebab salah satu mata  pencaharian warga setempat.

Kendati demikian, potensi kerusakan lingkungan juga harus diperhatikan. Mengingat, kawasan selatan rentan terkena abrasi. Penghijauan lahan pesisir tetap harus dilakukan. “Tempatkan tambak udang itu di posisi yang tepat, tidak merusak lingkungan atau tanaman yang ada di sekitarnya,” terang politisi PKS itu. Bhekti  Suryani

Sumber: Harian Jogja, Kamis 27 Maret 2014

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *