Korban PHK Trans Jogja Ancam Demo

JOGJA – Upaya pertemuan bipartite pemutusan hubungan kerja 11 pekerja halte Trans Jogja dengan Unit Pelaksana Teknis Trans Jogja, Rabu (6/2) gagal digelar setelah sudah dua kali dijadwalkan.

Divisi Advokasi Serikat Pekerja Halte Trans Jogja, Restu Baskara mengatakan, untuk memperoleh kejelasan itu, pihaknya telah melayangkan surat pada Sabtu (2/2). Surat dibalas pertemuan akan dilakukan pada Senin (4/2). Tapi akhirnya batal dan diundur RAbu (6/2) dengan alas an UPT memiliki banyak agenda.

“Kami tetap minta penjadwalan ulang. Jika tidak dipenuhi kami akan kerahkan massa,” kata Restu, Rabu (6/2).

PHK sepihak itu bermula dari habisnya kontrak PT Vidya Rejeki Tama, perusahaan outsourcing penyedia jasa pada tahun lalu. Para pekerja shelter kemudian dikembalikan ke UPT Trans Jogja Dishubkominfo DIY.

Posisi yang semula diisi pegawai yang tak diperpanjang tersebut telah diganti dengan pekerja lain yang merupakan hasil rekrutmen UPT Trans Jogja. Sementara pekerja lain yang jumlahnya mencapai lebih 700 orang berubah menjadi buruh harian lepas, di mana penggajian hanya dibayarkan saat mereka bekerja saja.

Sebanyak 11 pekerja di antaranya tidak diperpanjang. UPT Trans Jogja mengklaim para pekerja tidak bekerja sungguh-sungguh. Padahal para pekerja merasa tidak memiliki permasalahan dan belum pernah diperingatkan sebelumnya.

Riskan Ahmad Zulkarnain, korban PHK yang tak lain ketua serikat pekerja mengatakan, alas an di PHK karena memanipulasi timetable shelter. Belakangan ia juga dituding melarikan uang perusahaan. Padahal, katanya hal itu tidak pernah dilakukannya.

Kepala Dishubkominfo DIY Tjipto Haribowo membantah tak merespon aduan korban PHK itu. Ia mengaku telah mendisposisi pertemuan itu kepada Kepala UPT Trans Jogja, Agus Minang. (Andreas Tri Pamungkas).

Sumber: Harian Jogja Kamis, 7 Februari 2013 Halaman 12

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *