Klinik Lembaga Ombudsman Sepi

Kulon Progo Sedikit Mengadu ke LOD

WATES, KOMPAS – Sejak dibuka, Senin (30/11), Klinik Lembaga Ombudsman Daerah DIY di Wates, Kulon Progo, sepi aduan. Diduga masyarakat tidak memanfaatkan klinik tersebut karena kurang mendapatkan sosialisasi, takut, dan terkendala geografis.

Padahal, klinik aduan yang bertempat di kompleks perkantoran Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kulonprogo, Wates, itu ditutup Jumat ini. Asisten Bidang Penangan Laporan Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY Anang Zubaiday menerima satu pun pengaduan masyarakat.

“Keberadaan klinik sudah kami umumkan melalui spanduk dan siaran interaktif di radio-radio komunitas. Tanggapan saat kami siaran juga sudah cukup banyak, namun kenyataannya klinik masih sepi sampai sekarang,” kata Anang.

Kondisi ini berbeda jauh jika dibandingkan dengan tahun 2007. Saat itu, klinik Konsultasi LOD DIY di Wates berhasil menjaring 17 aduan masyarakat. Ketika itu, mayoritas aduan terkait rumitnya persyaratan penerimaan siswa bari di sekolah-sekolah.

Dibukanya klinik konsultasi merupakan upaya LOD DIY dalam menjemput bola kepada masyarakat. Sebab dari data jumlah aduan yang diterima selama satu tahun, untuk periode 19 September 2008 sampai 18 September 2009, sebanyak 139 buah hanya lima saja yang berasal dari Kulon Progo.

“Kulon Progo menduduki peringkat terbawah dalam jumlah aduan bersama Gunungkidul yang hanya tiga buah. Sisa aduan didominasi oleh Sleman, Kota Yogyakarta,dan Bantul,” katanya.

Sejumlah kemungkinan

Menurut Anang terdapat beberapa kemungkinan masyarakat Kulon Progo takut mengadukan pelayanan pemerintah atau lembaga swasta kepada LOD, kemungkinan utama adalah keberadaan klinik aduan LOD tidak diketahui, kemudian warga merasa takut atas ancaman atau kecaman dari pihak pelapor. Sebab lainnya masyarakat kesulitan mengakses transportasi menuju kantor LOD karena mereka tinggal di lokasi terpencil seperti perbukitan.

Ketiga kendala tersebut dibenarkan oleh Direktur Institusi of Development and Economic Analysis (IDEA) Rinto Andriono IDEA merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam bidang advokasi anggaran bagi warga Kulon Progo.” Mereka perlu didampingi langsung. Kalau sudah merasa aman dan terlindungi, mereka tidak akan segan mengadukan permasalahan yang dialami,” tutur Rinto. (YOP)

Sumber: KOMPAS, Jumat, 4 Desember 2009

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *