Kisruh Jamkesmas Tanggungan Jakarta

WONOSARI – Perbedaan data penerima Jamkesmas baru saja disikapi kalangan SPRD Gunungkidul. Setelah melakukan klarifikasi, kalangan Dewan menyimpulkan kacaunya penerima jamkesmas untuk tahun 2013 ini merupakan tanggung jawab penuh pemerintah pusat melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Anggota komisi D DPRD Gunungkidul, Imam Taufiq pada wartawan beberapa hari lalu mengakui sudah melakukan klarifikasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai data awal yang digunakan sebagai dasar pijakan pemberian jamkesmas tersebut. “Hasilnya BPS memang melakukan pendataan. Namun tidak spesifik untuk data Jamkesmas,” katanya.

Dijelaskan, BPS menerima perintah untuk pendataan bagi 40 persen warga Gunungkidul yang masuk golongan miskin dan sangat miskin. Berdasarkan hasil pendataan, diketahui sebanyak 130.000 KK masuk dalam kategori tersebut.

“Kalau dihitung jiwanya lebih dari 500 jiwa. Data itu katanya semua dikirimkan ke pusat. Di TNP2K data itu digodok dan dipilih sesuai dengan kuota penerima Jamkesmas di Gunungkidul. Jadi biang kisruhnya adalah di TNP2K,” jelasnya.

Dengan informasi ini, maka tidak bisa baik pemerintah Pemkab dan BPS menjadi sasaran kesalahan, “Kita sudah meminta penjelasan keduanya, pemkab yang tidak tahu apa-apa mengenai data ini dan BPS yang melakuakan pendataan. Kalau data BPS semua digunakan, mungkin tidak ada maslaah. Namun data kembali diolah TNP2K,” tambah politikus PKS ini.

Pihaknya juga mempertanyakan masalah kartu yang rusak, tidak jelas alamat, hingga nama-nama yang sudah meninggal. “Kita sudah sampaikan mereka yang tercecer semestinya menjadi prioritas,” tuturnya.

Diakui Imam, Komisi D sudah terlambat untuk klarifikasi menganai persoalan ini. “Memang kita sudah membaca di media mengenai data tersebut. Karena banyaknya agenda Dewan, maka kita baru bisa agendakan. Terlepas dari terlambat, kita juga butuh referensi untuk bisa memberikan sumbangsih dalam membuat kebijakan di Gunungkidul berkaitan dengan data Jamkesmas tersebut,” kilahnya.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Gunungkidul mengembalikan sebanyak 4.338 kartu Jamkesmas ke Pusat. Dari sejumlah kartu tersebut, diketahui orang yang telah meninggal dan masih menerima kartu Jamkesmas sebanyak 2.676, alamat tidak jelas sebanyak 219, rusak sebanyak 22, kartu dobel 1.309, kartu untuk peserta luar Gunungkidul sebanyak 112 kartu. (ryo)

Sumber: Bernas Jogja Jumat, 18 Januari 2013 Halaman 5

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *