Kios Dipagari, Perajin Piala Jalan Mas Suharto Mengadu Dewan

Danar Widiyanto | Senin, 9 Desember 2013

YOGYA (KRjogja.com) – Puluhan warga Gemblakan Bawah serta perajin souvenir di Jalan Mas Suharto mengadu ke DPRD Kota Yogyakarta, Senin (9/12/2013). Mereka merasa terintimidasi dengan adanya penutupan tanah yang masih berstatus sengketa dengan pagar seng.

Menurut penuturan salah satu warga, Supardi, penutupan dengan pagar seng tersebut terjadi pada Minggu (8/12/2013) dinihari. Tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, sekelompok orang tiba-tiba melakukan pemagaran. “Kami sangat keberatan karena otomatis menghentikan usaha kami,” ungkapnya.

Terdapat sembilan kios yang tertutupi dengan seng setinggi tiga meter. Seluruh barang-barang milik perajin pun tertahan di dalam kios dan belum bisa diambil.

Pada kesempatan ini, warga meminta supaya pagar penutup tersebut dibongkar hingga ada kepastian hukum terkait status tanah tersebut. “Kami berharap tidak ada tindakan anarkis. Proses hukum terkait tanah disana kan belum selesai,” imbuhnya.

Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Chang Wendryanto yang menemui puluhan warga itu mengatakan, akan memfasilitasi mediasi antara warga dengan pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan. Hal ini supaya barang-barang yang menjadi milik warga, dapat diselamatkan sembari menunggu proses hukum. (R-9)

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *