Kios Depan Stasiun Dibongkar

Pedagang bingung, tak ada tempat jualan sementara

Kulonprogo – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai melakukan pembongkaran kios dan warung yang ada di depan Stasiun Wates, kemarin. Para pedagang hanya diberikan deadline waktu 1×24 jam untuk mengosongkan kiosnya.

Pedagang kebingungan karena dalam masa transisi tidak diberikan tempat berdagang sementara. Nantinya PT KAI akan diberikan tepat di sisi timur lokasi saat ini. Kedatangan petugas PT KAI bersama para pekerja pembongkaran sempat membuata pedagang kebingungan. Sebelumnya tidak ada informasi pembongkaran akan dilakukan kemarin. Kenyataan petugas datang dan langsung membongkar dua kios yang sudah dikosongkan penghuninya. “Ini langsung diminta mengosongkan, kita tidak tahu nanti harus berjualan dimana,” ujar Utami Budi, salah seorang pedagang.

Menurutnya, dari penjelasan KAI mereka akan dibangunkan kios lagi. Letaknya di sebelah timur, sekitar 50 meter tempat mereka berjualan. Hanya saja proses pembangunan dilakukan sampai dua bulan kedepan. Praktis selama waktu pembangunan pedagang tidak memiliki tempat berjualan. Padahal mereka sangat menggantungkan hidupnya dari  berjualan di tempat ini. “Dua bulan ini kita mau makan apa, kita menggantungkan hidup dari sini,” ujarnya.

Koordinator pedagang Didik Purwanto mengaku pasrah dengan kebijakan ini. Dia sempat prihatin dengan langkah yang dilakukan PT KAI yang langsung minta pembongkaran tanpa adanya alternative sementara. “Tidak tahu kita nanti jualan dimana,” ujarnya.

Pedagang sendiri pada prinsipnya mendukung rencana penataan stasiun oleh PT KAI. Mereka juga senang akan diberikan tempat permanen di sisi timur. Meski begitu pedagang harus puasa selama dua bulan.

Manager  Aset PT KAI  Daop 6 Yogyakarta, Suyanto mengatakan pembongkaran ini sebenarnya sudah terlambat sesuai dengan kesepakatan dengan pedagang mereka harusnya mengosongkan pada  18 Januari silam. Namun pedagang minta diperpanjang sampai akhir bulan dan itu dipenuhi. Bahkan pedagang juga telah diberikan uang kompensasi pembongkaran kios.

Menurutnya, nantinya akan dibangun sekitar 15 kios. Kios ini akan menampung pedagang di depan pintu masuk dan pedagang buah yang ada di sisi barat. Hanya saja untuk pembongkaran dalam waktu dekat baru sisi timur. Sedangkan untuk pedagang buah akan dikoordinasikan lagi dengan Pemkab Kulonprogo. “Setelah kita bongkar lahan akan kita ratakan. Kalau kurang akan kita urug,” ujar Suyanto.

Menurutnya penataan kawasan agar kawasan Stasiun Wates tidak terlihat kumuh.

Para pedagang sendiri akan ditata dalam kios permanen dengan ciri khas Kulonprogo. Termasuk nanti dagangannya ini juga yang identik dengan Kulonprogo. “Daripada mereka kita bangunkan di luar, lebih baik untuk kita bangun di lahan KAI,” jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Sri Hermintarti, menilai kebijakan PT KAI cukup baik. Namun, dia belum dapat memastikan kebijakan apa yang ditempuh pemkab untuk menangani persoalan pedagang kios yang tidak berpenghasilan selama dua bulan. “Besok (hari ini) kita akan koordinasikan, dengan PT KAI,” jelasnya.

Pemkab, ujar dia, berharap penanganan relokasi dan penanganan Stasiun Wates dilakukan dengan cara bijaksana. Termasuk melindungi keberadaan para pedagang ini. Sehingga penataan dan relokasi jangan sampai menyengsarakan pedagang. Kuntadi

Sumber: Koran Sindo, Kamis 20 Februari 2014 Halaman 19

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *