Kepala Dukuh Tetap Dilantik

Sempat Diprotes dan Diancam Demo, Pelantikan Lancar

SLEMAN – Sempat diprotes sebagian warga, proses pelantikan dukuh terpilih Beran, Seyegan di balai desa setempat tetap berlangsung tanpa hambatan. Informasi akan adanya aksi unjuk rasa oleh warga yang tak terima atas terpilihnya Sunardi sebagai Kepala Dukuh Beran, tak terbukti. Warga batal menggelar aksi. Meski demikian, puluhan aparat kepolisian tetap berjaga di sekitar lokasi pelantikan. Sunardi dilantik bersamaan dengan Kepala Dukuh Pendekan.

Rencana aksi massa oleh sebagian warga Beran dibenarkan oleh Kapoksek Seyegan AKP Supardi. Karena itu, Supardi segera berkomunikasi dengan koordinator aksi agar prosesi pelantikan berjalan normal. Sebab proses pelantikan dukuh merupakan  kebutuhan wajib.

“Saya tak melarang warga kalau mau demo. Tapi pelantikan tetap harus jalan,” tegas Supardi yang mengaku bertemu dengan koordinator aksi pada Senin malam (26/7). Menurut Supardi, aksi unjuk rasa memang merupakan bagian dari penyaluran aspirasi yang diatur oleh undang-undang. Karena itu unjuk rasa tak dilarang, dengan catatan memenuhi syarat-syarat yang diharuskan.

“Saya malah nggak tahu kalau akhirnya mereka memilih membatalkan demo,” imbuhnya.

Kades Margodadi Subandi berharap dukuh terpilih tetap bisa berinteraksi di masyarakat secara wajar. Meskipun saat proses penghitungan suara pemilihan dukuh Beran sempat terjadi persoalan.

“Semoga dukuh baru bisa menghapus kotak-kotak pada masyarakat yang terbentuk sebelum pemilihan,” ucapnya.

Pernyataan Subandi itu mengingat saat proses pemilihan dukuh Beran pada 5 Juli 2010 lalu, dimana Sunardi dituding telah melakukan kecurangan. Pasalnya saat akhir penghitungan suara, terjadi perolehan yang seimbang antara Sunardi dan Usmato, yakni masing-masing 113 suara.

“Tapi ada kecurangan. Surat suara terakhir jelas bergambar caping. Tapi KPPS menyebut pacul. Itu disaksikan oleh para saksi dan warga yang menyaksikan penghitungan suara,” ujar Sugondo, salah seorang tokoh masyarakat Beran.

Merasa ada kecurangan, Sugondo lalu melayangkan surat permintaan agar dilakukan penghitungan ulang. Namun KPPS menolak penghitungan ulang dan mengganggap sah perolehan suara Sunardi.

Sugondo juga sudah mengadu ke dewan Sleman pada Rabu (14/7) soal dugaan kecurangan olah panitia pemilihan suara. Tapi sampai kemarin belum ada hasil yang ditunjukkan oleh dewan terkait penyelesaian kasus tersebut. Padahal Ketua DPRD Sleman Koeswanto pernah menegaskan segera merekomendasikan Komisi A yang membidangi pemerintahan untuk menyelesaikan kasus tersebut.

“Kalau memang terbukti curang, ya harus dihitung ulang,” pintanya. (yog)

Sumber: Radar Jogja, Rabu 28 Juli 2010 Halaman 14 Kolom 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *