Kecurangan Terus Bermunculan

Nama Hafish Asrom Menguat dalam Pilkada Sleman

YOGYAKARTA, KOMPAS – Indikasi kecurangan-kecurangan menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah terus bermunculan. Akan tetapi, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kesulitan menindak tegas.

Di Bantul, Panwas setempat menemukan kecurangan yang dilakukan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam proses verifikasi dukungan. Sejumlah PPS bersikap tidak netral sehingga menguntungkan calon. “Di sebuah desa bahkan ada PPS yang meminta bantuan pak dukuh untuk mengumpulkan warganya. Secara aklamasi, mereka diminta memberikan persetujuan dukungan. Jelas-jelas itu menyalahi aturan,” kata Supardi, anggota Panwas Bantul, Rabu 917/2) di Bantul.

Menurutnya, beberapa PPS juga tidak aktif mendatangi rumah-rumah warga untuk klarifikasi. Padahal, klarifikasi itu sangat penting guna membuktikan apakah dukungan memenuhi syarat atau tidak. “PPS menjadi ujung tombak. sayangnya, sanksi untuk mereka jika terbukti curang tidak terlalu berat. Paling parah hanya dipecat sebagai PPS tanpa jeratan pidana,” tuturnya.

Dari temuan sementara Panwas, ada sebagian dukungan yang tidak memenuhi syarat. Setelah dicek ternyata yang bersangkutan tidak memberikan dukungan ke Kardono-Ibnu, melainkan ke Ida-Sumarno. Di Desa Poncosari, misalnya, dari 313 dukungan, hanya 174 yang memenuhi syarat.

Klarifikasi

Adapun Wakil Ketua Lembaga Ombudsman Daerah DIY Bagus Sarwono, hari ini, memanggil tiga pejabat Pemerintah Kabupaten Bantul, yaitu Wakil Bupati Sumarno, Kepala Inspektorat Subandrio, dan Asisten III Bedjo Utomo, untuk dimintai klarifikasi. Ketiganya di duga menggunakan fasilitas negara untuk mendukung calon independen Kardono-Ibnu. “Klarifikasi berkaitan dengan kebenaran faktual atas laporan pelapor terhadap ketiga pejabat,” ujarnya.

Di Gunungkidul, perseteruan antara tim pendukung calon independen Wahyu Wijanarko-Purwanto dan KPU Gunungkidul belum menemukan titik temu. Wahyu-Purwanto menilai, tindakan KPU Gunungkidul yang tidak meloloskan mereka tergolong melanggar hak politik warga negara.  KPU Gunungkidul menegaskan sudah bertindak sesuai peraturan KPU pusat. Panwas Gunungkidul sudah dua kali menggelar forum untuk mempertemukan kedua kubu yang berseteru. Namun, pertemuan itu sama sekali tidak membuahkan hasil.

Panwas Gunungkidul kembali akan mempertemukan kubu Wahyu-Purwanto dengan KPU Gunungkidul, Selasa mendatang. “Jika pertemuan mendatang tetap menemui jalan buntu, kami terpaksa angkat tangan dan mempersilakan mereka menempuh jalur hukum,” ujar Ketua Panwas Gunungkidul T Martono.

Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa DIY Sukamto tetap optimis akan mendapatkan rekomendasi dukungan untuk maju dalam pilkada Sleman. Hal tersebut karena ia mendapatkan poin tertinggi selama proses seleksi internal. “Saya tidak yakin DPP PKB tidak memilih saya,” kata Sukamto.

Secara terpisah, Ketua DPP PKB Agus Sulistiyono justru menyatakan DPP PKB memutuskan memberikan rekomendasi kepada Hafidh Asrom. DPP PKB selanjutnya akan mengirim surat rekomendasi itu kepada DPC dan DPW. PKB selanjutnya akan berkoalisi dengan Partai Demokrat yang sudah mengusung Hafidh. (ENY/RWN/WKM)

Sumber: Kompas, Kamis 18 Februari 2010 Halaman A Kolom 5

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *