Kasus Perusakan Gedung SMA 17

Selasa Depan LOD DIY Panggil Tim Terkait

YOGYA (KR) – Kasus perusakan bangunan cagar budaya di SMA 17 Yogyakarta secara tidak langsung berdampak bagi kegiatan pembelajaran di sekolah tersebut. Sayangnya meski kasus tersebut sudah berlangsung cukup lama, tapi sampai saat ini belum bisa diselesaikan secara tuntas. Rencananya pada Selasa minggu depan Lembaga Ombudsman Daerah  (LOD) DIY akan mengundang tim seperti Dinas Kebudayaan, Polda DIY dan stakeholders terkait lainnya untuk membahas persoalan tersebut secara lebih detail.

“Sesuai dengan SK yang dikeluarkan pada bulan Mei, sebenarnya waktu yang diberikan untuk pengungkapan kasus ini 120 hari. Tapi dalam realitanya, belum bisa diselesaikan, selain tersangkanya belum tertangkap, pemanggilan saksi-saksi masih mengalami beberapa kendala,” kata Asisten Bidang Penanganan Laporan LOD DIY, Dhenok Panuntun Tri Suci A didampingi Ana Sekar Wulaningrum di Kantor LOD DIY, Senin (25/11).

Dhenok menyatakan pihaknya terus berupaya untuk memfasilitasi agar kasus perusakan bangunan cagar budaya bisa segera diselesaikan dengan baik. Selain itu, LOD DIY akan terus berusaha agar siswa di SMS 17 bisa tetap mendapatkan layanan pendidikan dengan baik. Sehingga mereka bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan lulus sesuai dengan target yang sudah ditentukan. Tindakan itu dilakukan, karena layanan pendidikan bagi siswa harus senantiasa diprioritaskan.

“Fasilitas gedung di Janabadra hanya salah satu syarat agar proses pembelajaran di SMA 17 bisa tetap berjalan. Jadi kami juga mencari informasi, langkah-langkah atau upaya apa saja yang sudah dilakukan pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan,” ungkap Dhenok, seraya menambahkan, dirinya fokus ke pemantauan perusakan cagar budaya serta bagaimana upaya pemerintah melindungi siswa di sekolah tersebut, sehingga bisa belajar secara nyaman. (Ria)-a

Sumber: SKH Kedaulatan Rakyat, Selasa 26 November 2013 Halaman 2

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *