Kasus Pendidikan Banyak Dikeluhkan

Neni Ridarieni

Selain pendidikan, kasus tanah juga banyak dilaporkan ke LOD.

YOGYAKARTA – Dari tahun ke tahun kasu di bidang pendidikan merupakan paling banyak yang dilaporkan ke Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) Provinsi DIY. Ini menunjukkan bahwa bidang pendidikan mempunyai banyak persoalan.

“Hal ini karena di dunia pendidikan banyak persoalan dan sering kali  informasi yang disampaikan kepada masyarakat mengenai kebijakan dari pusat kurang efektif dan informasi yang disampaikan kepada masyarakat sepotong-potong dan tidak jelas,” kata ketua Pokja Bidang Penanganan Laporan, Anik Setyawati pada Republika, di sela-sela acara Refleksi Akhir tahun LOD DIY di kantor LOD DIY, Selasa (27/12).

Persoalan pendidikan yang dilaporkan ke LOD DIY kasusnya bervariasi. Di antaranya, terkait persoalan internal siswa, seperti tidak boleh mengikuti ujian karena belum membayar uang sekolah, ijazah yang ditahan karena belum melunasi uang sekolah. Serta soal penarikan uang untuk membayar kursi peralatan sekolah dan sebagainya.

Di samping itu, juga ada yang terkait dengan sertifikasi guru, ada yang merasa guru sudah bisa ikut ujian sertifikasi, tapi haknya dilanggar. Juga ada guru bantu di sekolah tertentu merasa didiskriminasi dari pihak sekolah, serta sikap guru terhadap murid.

Terkait dengan kasus di bidang pendidikan, Anik memberi contoh tentang adanya iklan layanan masyarakat bahwa pendidikan gratis karena adanya BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Padahal sebenarnya pendidikan itu tidak gratis sama sekali.

Karena itu dari instansi pendidikan harus memberikan informasi yang benar. Karena dengan BOS itu yang gratis hanya bidang tertentu. “Sementara seragam, sepatu dan lain-lain kan harus orang tua yang tetap menyediakan,” ungkap dia sambil menambahkan seharusnya kebijakan seperti dana BOS itu harus dilihat ulang dan tidak menyesatkan masyarakat.

Lebih lanjut Anik mengatakan selain pendidikan kasus pertanahan juga meningkat dari tahun ke tahun untuk tahun 2011 ini kasus pertanahan menduduki rangking kedua terbanyak di LOD DIY. Dari tahun ke tahun posisi kasus pendidikan dan pertanahan selalu tinggi. “Kasus pertanahan ini yang banyak dikeluhkan biasanya soal pelayanan dari BPN (Badan Pertanahan Nasional). Misalnya, bagaimana mereka mengurus sertifikat yakni pelayanan untuk membuat sertifikat tidak ada kepastian biaya maupun waktu penyelesaian,” jelas Anik.

Berdasarkan data laporan yang diterima LOD DIY selama September 2008-Desember 2011 ada 405 kasus. Berdasarkan bidang laporan terbanyak adalah empat bidang yakni: pendidikan sebanyak 70 laporan (17,28 persen), bidang pertanahan 60 laporan (14,81 persen), bidang kesejahteraan sosial 50 laporan (13,35 persen), bidang perizinan sejumlah 40 laporan (9,88 persen).

Cara penyelesaian kasus yang dilakukan LOD bermacam-macam, tergantung dari kasusnya. Di antaranya, dilakukan koordinasi dan akhirnya ditemukan solusi. “Biasanya LOD mengklarifikasi dulu, karena ada beberapa kasus yang informasinya tidak sampai. Namun ada juga kasus yang dilaporkan benar-benar terjadi”.

Ed: heri purwata

Sumber: Republika Rabu, 28 Desember 2011 Halaman 22 Kolom 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *