Jamkesmas di Bantul Paling Sering Dikeluhkan

BANTUL – Layanan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) paling sering dikeluhkan masyarakat Bantul. Pengaduan layanan kesehatan dari daerah ini berada di urutan ketiga se DIY. Hal itu diungkapkan Ketua Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY, Ratna Mustika Sari, seusai peluncuran layanan SMS Gateway di Bantul, Selasa (16/4).

Ratna menyebut, Kabupaten Bantul menempati urutan ketiga setelah Kota Jogja dan Sleman terkait pengaduan yang masuk ke lembaganya mengenai masalah kesehatan. Ia mencontohkan pada Januari 2013, persoalan kesehatan yang diadukan masyarakat ke LOD mencapai 10 kasus, khusus Bantul rata-rata tiga kasus per bulan. “Bantul cukup tinggi,” ujar Ratna.

Program Jamkesmas menurut Ratna sering dikeluhkan masyarakat, terutama mengenai perubahan data penerima Jamkesmas. Banyak warga yang awalnya mendapat layanan ini namun akhirnya dicabut.

“Karena banyak perubahan pola pendataan. Banyak indikator (penerima Jamkesmas versi pusat) yang tidak dipahami Pemda. Kenapa ada yang dapat ada yang nggak,” tuturnya.

Pemerintah daerah perlu didorong untuk memaksimalkan jaminan kesehatan. Sebab warga yang tak tercover Jamkesmas sedianya bisa ditanggung oleh Pemda dengan skema asuransi lain. Persoalan lainnya menurut Ratna yang paling banyak dikeluhkan mengenai layanan puskesmas. Terutama soal jam layanan yang singkat serta minimnya fasilitas.

Untuk menggali berbagai persoalan kesehatan yang kerap dialami warga agar ada tindak lanjut, LOD bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Idea serta Pemkab Bantul mengadakan layanan SMS Gateway.

Lewat layanan semua warga dapat mengadukan keluhannya terkait masalah kesehatan via pesan singkat atau SMS ke nomor 0811274100. Pesan akan masuk ke LOD dan dipilah mana yang harus segera di tindaklanjuti, mana yang harus dikaji dan diinvestigasi lebih dulu serta dibuat rekomendasi untuk perbaikan layanan. Hingga siang kemarin, sebanyak 50 pengaduan telah masuk ke layanan ini.

“Nanti LOS akan memilah apakah pengaduan harus direspon cepat atau pengaduan yang sifatnya pengaduan kebijakan kesehatan yang harus berkoordinasi atau hanya memberikan informasi. Kami akan tentukan kemana SMS itu dikirim, apakah langsung ke Dinas Kesehatan atau Bupati Bantul, DPRD atau sampai Pusat kalau berkaitan dengan Jamkesmas,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Maya Sintowati menyatakan, SMS Gateway bakal memacu petugas bekerja lebih cepat. “Dengan layanan ini kami bisa lebih focus bekerjasama memberi layanan yang terbaik,” ujarnya. (Bhekti Suryani)

Sumber: Harian Jogja, Rabu 17 April 2013 Halaman 4

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *