Jaminan Kesehatan

Perbaiki Data Peserta Jamkesmas

YOGYAKARTA, KOMPAS – Lembaga Ombudsman Daerah DIY mendesak dilakukannya perbaikan data peserta jaminan kesehatan masyarakat, jaminan kesehatan sosial, dan jaminan kesehatan daerah. LOD DIY menerima aduan masyarakat akibat ketidakakuratan data peserta.

“Sinkronkan data Jamkesmas, dan Jamkesda agar lebih akurat. Setiap orang miskin harus mendapat jaminan kesehatan, tetapi jangan sampai ganda,” ujar Wakil Ketua Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY Bagus Sarwono, Selasa (16/2).

Bagus menyatakan, kebanyakan warga miskin mengadu belum mendapatkan Jamkesma, Jamkesos, dan Jamkesda. Ada juga pengaduan orang yang mempunyai kartu jaminan kesehatan ganda atau tidak miskin tetapi mendapat kartu Jamkesmas.

Kepala UPTD Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Sleman, Agus Triyono mengakui ada ketidakcocokan data peserta Jamkesmas dengan data penduduk miskin di Sleman. Berdasar data Pemkab Sleman, terdapat 202.098 orang miskin. Adapun jumlah penduduk miskin yang ditanggung Jamkesmas 168.158 jiwa. Setelah dicocokkan nama dan alamat orang-perorang, diketahui hanya 35.000 nama yang cocok antara peserta Jamkesmas dan data penduduk miskin.

Ia memperkirakan, ketidakcocokkan data karena berdasarkan data penduduk miskin 2006. Padahal, data penduduk miskin versi Pemkab diperbaharui 2009.

Kepala Badan Pelaksana Jamkesos DIY Sugeng Irianto mengatakan, 942.129 orang miskin di DIY ditanggung Jamkesmas dan 309.00 ditanggung Jamkesos. Dari Data itu seharusnya seluruh penduduk miskin sudah mendapat jaminan kesehatan. Namun, ada warga miskin yang luput.

Selain persoalan data, diungkapkan Bagus, masalah pendistribusian kartu Jamkesmas ke masyarakat miskin tertahan di pihak dusun. (RWN)

Sumber: Kompas, Rabu, 17 Februari 2010 Halaman C Kolom 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *