Idham Tak Akan Intervensi Panwas

BANTUL (KR) – Bupati Bantul Drs HM Idham Samawi mengatakan tidak akan mengintervensi Panwaslu Kabupaten Bantul terkait pemanggilan Drs Sumarno Prs (Wakil Bupati Bantul), Subandrio (Kepala Inspektorat Bantul) dan Bejo Utomo (Assek Bantul). Dia dipercaya Panwaslu akan bekerja profesional sesuai dengan aturan.

“Saya tidak akan menggunakan inspektorat karena posisi Kepala Inspektorat termasuk yang dipanggil Panwaslu,” ujar Idham di Gedung Serbaguna Sumberagung, Selasa (9/2). Dia mengaku siap dikritisi karena keputusannya tersebut.

Idham mengungkapkan, pemerintah berada dalam posisi netral berkaitan dengan persoalan pemilukada. “Sampai saat ini saya belum mendapatkan laporan mengenai rekomendasi Panwas,” tegasnya. Dia sendiri mengaku akan proaktif mendapatkan hasil rekomendasi sebagai proses pembelajaran bersama.

Terkait sanksi jika memang ada pelanggaran yang dilakukan PNS, Idham mengungkapkan akan mentaati rekomendasi dari Panwas. “Termasuk jika Pak Marno di panggil LOD (Lembaga Ombudsman Daerah) akan saya minta untuk dipenuhi,” tandas Idham.

Seperti diketahui, Sumarno, Subandrio, dan Bejo Utomo dipanggil Panwaslu terkait penggunaan Kantor Inspektorat Bantul karena digunakan untuk pengumpulan dukungan bagi pasangan independen, Drs Kandono dan Ibnu Kadarmanto.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Bantul, Aryunandi menyatakan, adanya calon independen sebagai pembelajaran politik untuk warga Bantul. “Saya memberi apresiasi karena ini adalah momentum kebangkitan demokrasi Bantul,” ungkapnya.

Indikasi pelanggaran PNS, lanjutnya, Sekretariat Daerah harus memberi kepastian tanpa melupakan aturan. Dia berharap segera ada penyelesaian kasus mengenai keterlibatan PNS dalam memberikan dukungan kepada calon perseorangan. (*-7)-f

Sumber: SKH Kedaulatan Rakyat, Rabu 10 Februari 2010 Halaman 8 Kolom 2

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *