Hotel Cordella Taati Penghentian

26 September 2014

Siap Lakukan Sosialisasi Lagi

JOGJA – Pro dan kontra warga sekitar tanah yang akan dibangun Hotel Cordella di Jalan Bhayangkara No 35, akhirnya mulai mereda. Ini setelah pihak pemohon perizinan mematuhi imbauan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti.

Mereka sepakat menghentikan proses pembangunan hotel yang rencananya tujuh lantai tersebut. “Sesuai imbauan wali kota, sejak kemarin (Rabu, 24/9) proses pembangunan telah berhenti,” tandas Jimi Ontoro, selaku pemilik lahan dan pemohon izin pembangunan hotel tersebut, kemarin (25/9).

Ia mengatakan, kini pihaknya fokus untuk kembali melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. Sosialisasi tersebut sudah dilakukan untuk yang kelima kalinya. “Kami sudah sepakat untuk menggelar sosialisasi lagi. Seperti apa keinginan mereka,” lanjutnya.

Ia menambahkan, sebenarnya tentang izin untuk pembangunan hotel, secara lengkap sudah dikantongi. Yakni izin lingkungan, kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), dan kajian lalu lintas. “Sebelum membangun, kami juga sudah dapatkan IMB (Izin Mendirikan Bangun-Bangunan),” tandasnya.

Izin tersebut, sudah mereka kantongi sejak setahun silam. Yakni sekitar April tahun lalu. “Kalau tidak ada izin, tentu saya tidak berani. Pasti juga tidak bisa berdiri karena di Kota Jogja lebih ketat daripada daerah lain,” ungkap Jimi.

Seperti telah diketahui, Wali Kota Haryadi Suyuti (HS) akhirnya mengeluarkan kebijakan terkait dengan pembangunan Hotel Cordella di Jalan Bhayangkara. HS, sapaan akrabnya, mengimbau kepada pemilik hotel itu untuk menghentikan proses pembangunan.

”Karena ada masalah sosialisasi yang belum tuntas, saya imbau kepada pemilik hotel untuk menghentikan proses pembangunan,” tuturnya.

HS menegaskan, penghentian pembangunan ini hanya bersifat sementara. Yakni, sampai pemilik hotel menyelesaikan persoalan sosialisasi yang masih menimbulkan masalah bagi warga. ”Selama berhenti, kami minta komunikasi sosial dibangun,” lanjutnya.

Imbauan tersebut disampaikan HS tanpa ada batas waktu. Meski, tak menutup kemungkinan jika akhirnya tak ada penyelesaian persoalan sosial tersebut, HS berjanji bisa mencabut izin hotel tersebut. ”Penutupan sementara baru akan berakhir, setelah secara legal dan formal prosedur terpenuhi,” terang HS.

Ia menambahkan, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, pemerintah daerah berwenang untuk memantau proses pembangunan di daerah. Salah satunya adalah dengan meninjau ulang izin yang telah dikeluarkan. Termasuk mencabut izinnya jika akhirnya malah berdampak tak produktif bagi sosial lingkungannya.

”Secara legal, sosialisasi sudah dilakukan dengan adanya tanda tangan dan berita acara sosialisasi. Juga dengan izin lingkungan telah dikeluarkan Badan Lingkungan Hidup (BLH), dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) telah keluar,” imbuhnya.

Atas dasar semua prosedur yang telah dilalui itulah, menurut HS, pihaknya memilih untuk mengimbau terlebih dahulu. ”Kalau langsung mencabut juga tidak bagus. Paling arif, kami diskusikan dengan imbauan ini,” terangnya.

Ketua Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja Winarta Hadiwijaya yang menerima keluhan warga sekitar Hotel Cordella tersebut mengatakan, memang ada masalah sosial. Warga sekitar tanah yang akan dibangun tersebut menolak.

”Di berkas sosialisasi, semuanya sudah terpenuhi persyaratannya,” katanya.

Selain itu, menurut Winarta, pihaknya juga telah meneliti persyaratan lain. Dari hasil kajiannya, tak ada yang masalah dengan prosedur perizinan. ”Inilah yang kemudian membuat rekomendasi kepada wali kota untuk mengambil langkah imbauan,” lanjutnya.

Kepala Dinas Ketertiban (Dintib) Kota Jogja Nurwidi Hartana menambahkan, karena telah mengantongi izin, hanya bisa dilakukan pengawasan. Pihaknya baru akan melakukan tindakan jika memang ada pelanggaran perda (peraturan daerah) dalam pembangunan akomodasi pariwisata itu.

”Kalau ditemukan pelanggaran, sesuai instruksi dari pak wali kota, bisa ditindak,” ujarnya. (eri/jko)

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *