Hati-Hati Memilih Tempat Bekerja: Belajar dari Kasus Cokro Tela Jogjakarta

Sebagai pencari kerja, anda tentunya mendambakan perusahaan tempat bekerja yang nyaman dan menyenangkan bukan? Harapan yang normal dan semua masyarakat pasti akan mengamini. Sayangnya, beberapa pencari kerja kurang cermat dalam memilih perusahaan. sehingga berujung pada resign terlalu cepat atau kemudian memutuskan kontrak secara sepihak.

Beberapa masalah yang sering ditemui adalah ketidaksesuaian antara harapan dengan realita yang terjadi di lapangan. Maka sebagai bahan belajar. anda sebagai pencari kerja harus menanyakan dan memutuskan di awal-awal penandatangan kontrak mengenai hak dan kewajiban serta beberapa hal yang mengikat.

Baru-baru ini di Kota Yogyakarta terjadi kasus hubungan kerja (hubungan industrial) yang melibatkan seorang pengusaha ternama (Firmansyah) dengan perusahaan ternama (Cokro Tela Corporation). Masalah ini sedang dalam penanganan Lembaga Ombudsman (lembaga yang menangangi masalah kelalaian administrasi perusahaan swasta dan pemerintah).

Perusahaan ini dikatakan ternama, karena perusahaan Cokro Tela sudah dikenal lama di kalangan wisatawan sebagai produksi brownies dari jenis ketela. sehingga harganya bisa bersaing dengan brownies pada umumnya.

Dikutip dari Tribun Jogja, minggu 26 Juni 2016. Permasalahan Cokro Tela dan pegawainya dinilai sangat menyedihkan. Beberapa pegawai melaporkan kepada Ombudsman dengan beberapa laporan:

  1. Gaji yang diterima selama bekerja di Cokro Tela tidak sesuai kontrak. Mereka dijanjikan mendapat gaji 800 ribu sebulan. Kenyataannya setelah bekerja, mereka mendapat pemotongan ini itu sehingga hanya menerima gaji bersih 200 ribuan. Potongan tidak pernah diberitahukan sebelum ttd kontrak.
  2. Ijazah mereka ditahan karena sebagai jaminan kontrak selama bekerja.
  3. Para pegawai tidak berani melapor polisi karena owner Cokro Tela dikenal dekat dengan pejabat Polda DIY. Bahkan sering memberi upeti wajib.
  4. Setiap pagi sebelum bekerja, para pegawai selalu dimarahin. Setiap rapat pagi selalu berisi caci maki, hujatan dan bahkan lemparan barang.

Wartawan Tribun Jogja sudah berusaha mengklarifikasi kepada owner, tetapi owner Cokro Tela sulit ditemui. Kasus ini masih menjadi headline di Dinsosnakertrans Jogjakarta.

Belajar dari kasus di atas, ada baiknya anda sebagai pencari kerja bisa meminimalisir kejadian di atas dengan solusi berikut:

  1. Pastikan sebelum ttd kontrak anda sudah mengetahui hak dan kewajiban sebagai pekerja. Termasuk jumlah gaji, pemotongan (baik BPJS, denda telat, pinalti resign dll).
  2. Jika ada buku pedoman pegawai, baca dengan seksama agar tidak terjebak di kemudian hari.
  3. Jangan sampai menjaminkan ijazah! Di semua aturan Dinsosnakertrans, ijazah tidak boleh dijadikan jaminan di tempat kerja. Melanggar kode etik.
  4. Sebelum melamar atau memasukkan aplikasi, jika punya kenalan pernah bekerja disana bisa konsultasikan dahulu. Atau ikuti grup-grup lowongan kerja biasanya ada informasi tertentu terkait pekerjaan tersebut.
  5. Cari dan baca di google apakah pernah ada kasus dengan perusahaan yang akan anda lamar.
  6. Banyak-banyak berdoa agar Tuhan memberikan kemudahan.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *