Hari ini Semua Harus Dikosongkan

Kios Stasiun Mulai Dibongkar

Wates (KR) – Kios-kios di lingkungan Stasiun Wates harus sudah dikosongkan Kamis (20/2) ini. Beberapa kios, Rabu (19/2) sudah mulai dilakukan pengosongan dan pembongkaran. Setelah dibongkar, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan membangun kios permanen 12 hingga 15 unit dan nantinya pedagang masih diberi prioritas untuk menempati kios permanen.

Manajer Aset DAOP VI PT KAI Yogya, Suyanto, yang memantau pembongkaran menyatakan, Kamis (20/2) kios-kios diharapkan sudah kosong semua. “Kami sudah bicara baik-baik dengan pedagang dan memberi biaya bongkar, tapi belum dilaksanakan. Karena itu kami bicara lagi dengan semua, hingga akhirnya sudah ada yang dibongkar, dan terakhir Kamis sudah harus dikosongkan. Kami juga perlu koordinasi dengan PLN terkait listrik setelah kios dibongkar,” kata Suyanto di Stasiun Wates, Rabu (19/2).

Rencananya, setelah kios dibongkar, kata Suyanto, PT KAI akan membangun permanen kios-kios baru yang lebih representatif dan punya ciri khas Kulonprogo serta untuk lahan parkir motor.

Pembangunan diperkirakan selesai dua bulan dan diprioritaskan pedagang yang semula menempati kios di lingkup stasiun. Sedangkan yang di luar stasiun bukan tanggungjawab PT KAI, namun Pemkab. “Kami hanya membangun 12-15 kios karena alokasi anggaran yang sudah turun hanya cukup untuk itu,” katanya.

Salah satu pedagang, Didik Purwanto, mengaku pihaknya siap menerima pembongkaran. Menyusul adanya janji PT KAI yang akan memberi tempat permanen. “Rabu kios akan saya kosongkan, malam memindahkan barang, Kamis dibongkar,” katanya.

Sedangkan pedagang lainnya, Utami Budi W, meski bingung karena selama dua bulan terancam tidak memiliki penghasilan sebab harus menunggu kios permanen selesai dibangun, namun janji PT KAI merupakan solusi yang lebih baik.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Drs Hj Sri Hermintarti MM menyambut baik kebijakan PT KAI tersebut. Tapi pihaknya belum bisa memastikan kebijakan apa yang ditempuh pemkab dalam mengatasi persoalan pedagang kios yang tidak bisa berjualan selama dua bulan tersebut. (Wid)-d

Sumber: SKH Kedaulatan Rakyat, Februari 2014 Halaman 5

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *